Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta pemerintah kota Bandar Lampung segera membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai antisipasi bencana yang cukup sering melanda. Ia juga mengingatkan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Karena Bandar Lampung sering banjir, banjir bawaan ya, di samping lumbung sosial bagusnya dibangun KSB,” saran Agus Jabo saat menemui Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama jajarannya di Kantor Kementerian Sosial, Senin (11/5/2026).
Kementerian Sosial sebelumnya telah menyalurkan bufferstock untuk lumbung sosial di Kota Bandar Lampung. Namun Agus Jabo merasa lumbung sosial saja tidak cukup. Menurutnya, kesiapan warga dalam penanganan bencana akan menunjang antipasti dan penanganan apabila terjadi bencana.
Melalui Kampung Siaga Bencana, masyarakat setempat akan diberikan pelatihan mitigasi bencana. Dengan begitu masyarakat bisa mengurangi dampak bencana dan mempersingkat waktu respons sebelum bantuan datang. Melalui KSB, masyarakat juga diajarkan bagaimana mengelola lumbung sosial secara maksimal.
Eva menyambut baik imbauan pembentukan KSB. Karena itulah ia akan menyiapkan personel sekaligus gudang untuk lumbung sosial di kecamatan rawan bencana. Adapun kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Panjang, Kecamatan Kedamaian, Kecamatan Kedaton dan Kecamatan Rajabasa.
“Kami sudah menyiapkan gudang di empat kecamatan yang telah diajukan pengajuannya,” ungkap Eva.
Tak hanya penanganan bencana, Agus Jabo juga mengingatkan wali kota Bandar Lampung untuk mengawal pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Agus Jabo menekankan bahwa seluruh pemberian bantuan baik dari Kementerian Sosial atau dari instansi lainnya akan bersumber pada DTSEN, karenanya pemutakhiran harus dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Harus berdasarkan data ya. Jadi, harus bekerja sama dengan BPS untuk memetakan masyarakat miskin dan miskin ekstrem di Bandar Lampung,” tegasnya.
Bagi Agus Jabo, monitoring dan evaluasi (monev) juga penting dilaksanakan setelah penyerahan bantuan. Selain untuk memastikan bantuan tepat sasaran, monev juga untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara tepat agar bisa memperbaiki kehidupan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. ***
Baca Juga: Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
Berita Terkait
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Datang ke KPK, Gus Ipul Jelaskan Alasannya Pakai Mobil Listrik RI 27
-
Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!
-
Purnawirawan Jenderal Semprot Dandim Ternate: Pembubaran Nobar 'Pesta Babi' Langgar Konstitusi!
-
Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam
-
Buntut Potongan Video JK, Jubir Ormas Islam Sebut Ada Unsur Pidana dan Niat Jahat Ade Armando dkk
-
Cuma Rp50 Ribu Per Hari, Polisi Ungkap Rahasia di Balik Penitipan Bayi Ilegal di Sleman
-
Minta Polri-PPATK Bongkar Sosok Pemodal Judol di Jakbar, Sahroni: Tak Mungkin 321 WNA Gerak Sendiri!
-
Kronologi Lengkap Pria Depok Ngamuk Bumper Ambulans, Berawal dari Cekcok Soal Lampu Rotator
-
Dari Kantong Kuning dan Hijau, Jakarta Bisa Mulai Benahi Sampahnya
-
Yusril Ingatkan Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus: Jangan Sekadar Formalitas
-
Warga RT 02 Tebet Tak Lagi Buang Sampah Dapur ke TPA: Diubah Jadi Pupuk dalam Sumur Teba