Suara.com - Puluhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta hari ini akan mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menayakan perkembangan kasus dugaan korupsi pembelian lahan di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, yang diduga dilakukan oleh pejabat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Jadi nanti saya ikut jam 1 siang. Hampir semua pimpinan dan anggota sekitar 30 orang lah yang datang," kata anggota DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman saat dihubungi wartawan, Rabu (17/2/2016).
Prabowo membantah puluhan orang yang akan menyambangi KPK nanti kebanyakan dari fraksi Gerindra, atau orang-orang yang tidak suka dengan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Nggak juga kok, dari PDI P juga ada, yang saya tahu semua fraksi partai di DPRD tanpa terkecuali," katanya.
Selain membahas mengenai pembelian lahan di RS Sumber Waras diduga mengakibatkan kerugian keuangan pemerintah daerah sebesar Rp191 miliar dalam APBD Perubahan DKI Jakarta tahun 2014, Prabowo mengatakan nantinya dewan juga akan berdialog dengan perwakilan KPK membahas mengenai pengawasan APBD DKI 2016 mengingat akan memasuki musim kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
"Gini kita kan punya kewenangan untuk melakukan pengawasan, nanti kita juga akan mendiskusikan soal pengawasan APBD 2016 soalnya ini kan tahun Pemilu rawan penyalahgunaan," jelas Prabowo.
Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini juga akan mendesak KPK untuk menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pembelian lahan RS Sumber Waras, dan membicarakan soal Jakarta mendapatkan kategori wajar dengan pengecualian pada penggunaan anggaran APBD 2014
"Artinya ada temuan BPK soal kerugian daerah yang menyebabkan Jakarta mendapatkan kategori wajar dengan pengecualian penggunaan anggaran 2014, kita akan mendiskusikan itu juga. Jadi bukan hanya soal RS Sumber Waras saja," katanya.
Berita Terkait
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Lebaran di KPK, Sudewo Beri Pesan Idulfitri Kepada Warga Pati
-
67 Tahanan Rayakan Idulfitri di Rutan, KPK Sediakan Layanan Khusus
-
Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026
-
KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba