Suara.com - Ada cerita menarik di balik hingar bingar tempat prostitusi Kalijodo di waktu malam hari. Ini tentang Masjid Al Mubarakah yang terletak di area RT 7, RW 10, Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat.
Pengurus masjid Ustadz Udin bercerita kalau hiruk pikuk orang-orang yang mencari hiburan di Kalijodo tidak pernah mempengaruhi aktivitas di masjid.
"Ya begitu, yang salat-salat, yang begitu (maksiat) juga ada. Ada yang mereka perempuan-perempuan (PSK) yang datang salat juga ada, yang laki-laki juga ada datang salat juga," kata Udin saat ditemui Suara.com di lokasi, Jumat (19/2/2016).
Bagi Ustadz Udin kemaksiatan di sekitar masjid justru menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus masjid.
Misalnya, ketika ada orang mabuk-mabukan di dekat masjid, pengurus masjid tak sungkan menyadarkannya dengan cara yang halus.
"Ya pernah sih ada, paling juga yang laki-lakinya kalau mabuk suka teriak-teriak, kan di sini juga sering tahlilan, pengajian juga sering paling yang mabuk-mabukan itu suka teriak-teriak," katanya.
Kalau dibandingkan dulu, kata Udin, sebenarnya sudah ada perubahan drastis di Kalijodo. Sekarang, katanya, jarang ada pemuda-pemuda mabuk di sembarang tempat.
"Kami imbau ya mereka menyingkir juga. Tapi itu dulu, kalau belakangan ini sudah tidak ada lagi yang kayak begitu," katanya.
Pria asal Serang, Banten, ini, baru tiga bulan terakhir aktif menjadi pengurus masjid. Dia menggantikan pengurus yang lama.
"Ya saya kan diminta datang ke sini, karena memang buat ngurus memandikan jenazah, pemakaman sampai salat jenazah lainnya nggak ada yang mau, makanya saya di suruh tinggal di sini," kata dia.
Ustadz Udin senang karena sekarang kawasan Kalijodo tidak sangar seperti dulu.
Itu sebabnya, Ustadz Udin kaget begitu tahu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menutup Kalijodo dan menjadikannya ruang terbuka hijau. Apalagi, kemarin, pemerintah sudah menerbitkan surat peringatan pertama kepada warga.
Ustadz Udin sedih karena masjid yang dijaganya bisa saja ikut diratakan dengan tanah. Padahal, masjid ini sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu.
"Iya, tahunya malah ada kayak gini," katanya.
Kalau nanti benar-benar dibongkar, Ustadz Udin berharap pemerintah memberikan solusi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?