Suara.com - Warga Kampung Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (22/2/2016). Mereka menuntut polisi segera menuntaskan kasus dugaan penipuan 25 surat girik milik warga yang diduga dilakukan perusahaan milik bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo.
Menurut pengacara warga, Umar Tausikal, kasus tersebut sebenarnya sudah lama dilaporkan warga ke polisi. Nomor laporannya 1641/K/IV/2007 SPK Unit III tertanggal 18 April 2007.
"Kami tanyakan pada penyidik Pak Yusri dan tanyakan (kasus ini). Dia belum bisa jelaskan apa-apa. Belum tahu berkasnya lebih lanjut," kata Umar usai menemui penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Umar menambahkan polisi malah meminta warga untuk datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
"Kami diarahkan ke PN Jakbar agar melakukan penyitaan dan penggeledahan di RCTI," kata dia.
Kasus ini berawal dari penertiban bangunan warga. Ketika itu, katanya, RCTI menjanjikan ganti rugi kepada warga yang tanah dan bangunan mereka kena penggusuran.
"Masih ada 25 pemilik tanah yang belum diganti," kata dia.
Umar menambahkan warga juga menuntut Bank Mandiri. Pasalnya, kata Umar, ada sebagian surat girik yang dimiliki warga ditahan Bank Mandiri.
"Kami juga melaporkan Bank Mandiri karena ada penahanan beberapa girik warga yang masih ada sampai sekarang ini di Bank Mandiri pusat," katanya.
Saali bin Kosim (60), salah satu warga, mengatakan perusahaan Hary Tanoe harus merespon tuntutan warga.
"Kami kok dijanjikan doang. Oleh karena itu, Bapak Hary Tanoe yang berada d RCTI kami mohon, dengan sangat agar dapat memberikan dan menyelesaikan hak-hak kami yang belum diselesaikan," katanya.
Menurut Saali ada 53 ribu meter tanah milik warga yang belum dibayar.
"Kalau dihitung harga tanahnya sekarang Rp930 miliar," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
Terkini
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
-
Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
-
Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih
-
Curhat di Depan Pemuda Lintas Iman, Cak Imin: Maklum, Saya Kalah Terus
-
Kemendagri Raih Predikat Istimewa Indeks Reformasi Hukum Kementerian/Lembaga dan Pemda 2025
-
Kecam Pemerkosaan di Taksi Online, Anggota DPR Desak Polisi Terapkan UU TPKS
-
Tewas Menabrak Pohon, Gary Iskak Diduga Tak Pakai Helm Saat Kecelakaan Tunggal