Suara.com - Sinyal kebangkitan kembali diukirkan tim Scuderia Ferrari. Setelah di dua hari pertama tes pramusim Formula 1 mengirimkan pembalapnya, Sebastian Vettel, sebagai yang tercepat, kali ini giliran Kimi Raikkonen yang menuaikan hal yang sama.
Masih terlalu dini memang menilai Raikkonen jadi yang terbaik di tes terakhir di Sirkuit Katalunya, Barcelona, ini mengingat pembalap Finlandia itu baru tercatat sebagai yang tercepat di sesi pagi, Kamis (25/2/2016).
Sedangkan, masih ada sesi sore yang harus dijalani. Namun, setidaknya hal ini bisa jadi sinyal kuat akan kebangkitan tim Kuda Jingkrak itu di pentas jet darat setelah delapan tahun sepi dari gelar juara konstruktor. Sedangkan, di sektor pembalap, Raikkonen-lah yang jadi pembalap terakhir Ferrari yang menjadi juara dunia; tahun 2007.
Raikkonen jadi yang tercepat di sesi pagi dalam 58 putaran yang dilaluinya dengan catatan waktu terbaik 1 menit 23.447 detik. Torehan ini terpaut cukup jauh dari Kevin Magnussen (Renault), 1,816 detik, yang menempati urutan kedua.
Posisi ketiga diisi pembalap Toro Rosso, Max Vestappen, dengan mencatatkan waktu terbaik 1 menit 25,393. Sementara juara bertahan F1, Lewis Hamilton (Mercedes), menempati urutan keenam atau terpaut 2,848 detik dari Raikkonen.
Tim Mercedes pun memutuskan mengganti Hamilton dengan pembalapnya yang lain, Nico Rosberg, untuk turun di sesi sore. Sedangkan, pembalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto, menempati urutan kedelapan dengan catatan waktu 1 menit 28,266 detik. (Crash)
Hasil Lengkap Tes Pagi F1, Rabu (24/2/2016):
No Pebalap Tim Best Lap Gap
1 Kimi Raikkonen Ferrari 1:23,447 -
2 Kevin Magnussen Renault 1:25,263 1,816 detik
3 Max Verstappen Toro Rosso 1:25,393 1,946 detik
4 Daniil Kvyat Red Bull Racing 1:25,900 2,453 detik
5 Felipe Nasr Sauber 1:26,053 2,606 detik
6 Lewis Hamilton Mercedes 1:26,295 2,848 detik
7 Alfonso Celis Force India 1:26,875 3,428 detik
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Game! Lenovo Legion Jadi 'Senjata' Utama di F1 Sim Racing World Championship 2026
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Mengenal McLaren F1, Salah Satu Holy Trinity dengan Setir di Tengah Kabin
-
Terungkap! Performa Red Bull Bukan Alasan Max Verstappen Ingin Pensiun
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI