- Pemerintah Amerika Serikat kini memperketat syarat permohonan kartu hijau dengan mengevaluasi rekam jejak aktivitas politik calon pemohon.
- Pejabat imigrasi akan menolak permohonan bagi individu yang terlibat aksi protes, kritik anti-Semitisme, atau dukungan terhadap ideologi subversif.
- Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah Amerika Serikat untuk memperketat aturan imigrasi serta memperkuat keamanan nasional negara.
Suara.com - Otoritas Amerika Serikat dilaporkan akan memperketat penilaian permohonan kartu hijau dengan memasukkan rekam jejak aktivitas politik sebagai salah satu pertimbangan.
Harian The New York Times melaporkan, berdasarkan dokumen internal Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, pemohon dapat ditolak jika terbukti terlibat dalam aktivitas tertentu.
Di antaranya partisipasi dalam aksi protes mahasiswa pro-Palestina, kritik terhadap Israel di media sosial, hingga tindakan seperti pembakaran bendera AS.
Dalam pedoman tersebut, pejabat imigrasi disebut diminta melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap individu yang diduga mendorong anti-Semitisme, baik melalui ucapan maupun tindakan.
Selain itu, dukungan terhadap ideologi yang dianggap “subversif” juga masuk dalam faktor penilaian. Laporan itu mencontohkan kasus seorang pemohon izin tinggal yang difoto memegang poster berisi seruan untuk menggulingkan pemerintah AS.
Pedoman tersebut juga mencantumkan tindakan menodai bendera Amerika sebagai faktor negatif. Namun, di sisi lain, Mahkamah Agung Amerika Serikat sebelumnya telah menyatakan bahwa pembakaran bendera termasuk bentuk ekspresi politik yang dilindungi oleh Amandemen Pertama.
Kebijakan ini muncul di tengah langkah pemerintah yang lebih luas dalam memperketat aturan imigrasi, termasuk penangguhan permohonan dari sejumlah negara serta penambahan biaya untuk beberapa kategori visa.
Selain itu, pejabat AS juga dilaporkan telah mencabut status hukum sejumlah warga negara asing secara massal dengan alasan terkait kebijakan luar negeri dan keamanan nasional.
(Antara)
Baca Juga: Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
Berita Terkait
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
-
KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!
-
Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional
-
Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah