News / Metropolitan
Kamis, 03 Maret 2016 | 11:50 WIB
Petugas Sudin Tata Air membersihkan kulit kabel listrik yang menumpuk hingga menutup saluran air di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/3). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Tumpukan sampah kulit kabel di sekitar selokan Jalan Medan Merdeka Selatan saat ini sudah mencapai 17 truk. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyerahkan kasus dugaan sabotase ini ke pihak kepolisian.

Terkait hal ini, Ahok juga akan menerima Dir Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiono di kantornya guna membicarakan tumpukan sampah kulit kabel sehingga menimbulkan genangan.

"Aku nggak tahu, itu urusan polisi, sudah 17 truk (sampahnya). Sama mau ketemu (Pak Mujiono). Nggak tahu mau tinggal laporan saja," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Ahok sampai saat ini belum mengetahui siapa pemilik sampah kulit kabel yang diletakan di sekitar selokan. Ia bahkan masih bingung bagaimana oknum tersebut meletakan sampah-sampah kabelnya.

"Saya nggak tahu makanya saya nggak ngerti, logika kalau cuma panjang seperti ini ada kabel yang terkelupas ada orang yang masang kabel baru pun tidak sebanya itu," kata Ahok.

"Kalau tuduh orang yang masukan, tapi kapan? Memang tengah malam bisa nggak ada yang tahu. Tapi yang jelas kulit kabel ini menutup saluran mengarah ke Kali Krukut," Ahok menambahkan.

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga telah memarahi Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta karena kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan belum semua terpantau oleh CCTV.

"Saya telah marahi Kominfo. Jadi saya pengen semua jalan protokol diikutin CCTV ada di jalan prtokol semua bisa diikuti CCTV," jelas Ahok.

Load More