Suara.com - Tumpukan sampah kulit kabel di sekitar selokan Jalan Medan Merdeka Selatan saat ini sudah mencapai 17 truk. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyerahkan kasus dugaan sabotase ini ke pihak kepolisian.
Terkait hal ini, Ahok juga akan menerima Dir Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiono di kantornya guna membicarakan tumpukan sampah kulit kabel sehingga menimbulkan genangan.
"Aku nggak tahu, itu urusan polisi, sudah 17 truk (sampahnya). Sama mau ketemu (Pak Mujiono). Nggak tahu mau tinggal laporan saja," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/3/2016).
Ahok sampai saat ini belum mengetahui siapa pemilik sampah kulit kabel yang diletakan di sekitar selokan. Ia bahkan masih bingung bagaimana oknum tersebut meletakan sampah-sampah kabelnya.
"Saya nggak tahu makanya saya nggak ngerti, logika kalau cuma panjang seperti ini ada kabel yang terkelupas ada orang yang masang kabel baru pun tidak sebanya itu," kata Ahok.
"Kalau tuduh orang yang masukan, tapi kapan? Memang tengah malam bisa nggak ada yang tahu. Tapi yang jelas kulit kabel ini menutup saluran mengarah ke Kali Krukut," Ahok menambahkan.
Mantan Bupati Belitung Timur ini juga telah memarahi Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta karena kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan belum semua terpantau oleh CCTV.
"Saya telah marahi Kominfo. Jadi saya pengen semua jalan protokol diikutin CCTV ada di jalan prtokol semua bisa diikuti CCTV," jelas Ahok.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat