Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari dan Wakil Ketua KY Sukma Violetta [suara.com/Erick Tanjung]
Komisi Yudisial mengharapkan semua rekomendasi atas pelanggaran etik hakim harus mengikat. Hal itu disampaikan Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jumat (4/3/2016).
Aidul mengatakan selama ini rekomendasi KY dalam menangani kasus-kasus hakim yang melanggar etik seringkali diabaikan Mahkamah Agung sehingga komisi terkesan tak berdaya.
"Salah satu yang diminta adalah rekomendasi KY harus mengikat (bagi MA), karena selama ini rekomendasi KY tidak mengikat," kata Aidul.
Aidul menambahkan perlunya dilakukan penguatan fungsi pengawasan KY terhadap hakim yaitu dengan revisi UU Nomor 18 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU Nomor 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial.
"Maka perlu revisi UU perubahan KY kedua untuk memperkuat, dan rekomendasi KY harus mengikat," ujar dia.
Dia mengungkapkan selama ini setiap menangani perkara etik hakim rekomendasi KY tidak memiliki efek signifikan dan memberikan efek jera bagi hakim yang melakukan pelanggaran etik.
"Selama ini hanya rekomendasi saja, nanti (selanjutnya) tergantung MA meski ada ketentuan dalam jangka waktu tertentu otomatis, tetapi seringkali yang disampaikan KY tindaklanjutnya dari MA berbeda," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat
-
Anies Ingatkan Indonesia Tak Boleh Bungkam di Tengah Ketidakadilan Global: Ada Kontrak dengan Dunia
-
Dipanggil KPK Saat Praperadilan, Kubu Yaqut Cium Indikasi Intervensi: Ini Sangat Aneh
-
Menhaj Tegaskan Persiapan Haji 2026 Tetap On Schedule di Tengah Situasi Timur Tengah
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Haji 2026
-
Penyelundupan Narkoba di Bandara Soetta, Modus Kemasan Minuman Hingga Sabun Thailand Terbongkar
-
Kapolri Ungkap Pesan Prabowo: TNI-Polri Harus Bersatu, Jangan Sampai Terpecah
-
Impor Mobil India Dinilai Sebagai Otokritik Atas Kartel Mobil di Indonesia
-
HUT ke-12 Suara.com Luncurkan Aura Research, Platform AI untuk Analisis Data dan Monitoring Isu