Scott Kelly, astronot yang memecahkan rekor misi luar angkasa terlama Amerika, akan pensiun dari NASA pada 1 April 2016 mendatang.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat (11/3/2016) Badan luar angkasa Amerika Serikat itu menyatakan Kelly dan kosmonot Rusia Mikhail Kornienko kembali ke Bumi pada pekan lalu setelah hampir satu tahun menghabiskan waktu di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Misi terlama sepanjang sejarah AS itu ditujukan untuk membuka jalan bagi kemungkinan perjalanan manusia ke Mars.
NASA mengatakan bahwa setelah pensiun, Kelly (52 tahun) akan tetap bekerja untuk penelitian yang masih berjalan dan terkait dengan keberadaannya dulu di luar angkasa.
Saudara kembar Kelly, Mark Kelly yang juga mantan astronot NASA, ikut ambil bagian dalam serangkaian penelitian terkait untuk menemukan kemungkinan perubahan genetik yang disebabkan radiasi tinggi dan lingkungan luar angkasa yang tanpa bobot.
"Misi di luar angkasa tahun ini merupakan tantangan besar bagi semua pihak yang terlibat dan ini memberikan sebuah sudut pandang unik bagi saya serta banyak waktu untuk memikirkan langkah apa berikutnya yang harus dilakukan bagi perjalanan kita kemudian dalam membantu kemampuan kita pada masa depan di luar angkasa dan di Bumi," kata Scott Kelly dalam sebuah pernyataan dari NASA.
Scott Kelly sudah empat kali terbang ke luar angkasa, mulai dalam perjalanan dengan pesawat ulang-alik Discovery hingga misi Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA pada 1999, kata NASA.
Kelly, yang sebelumnya menghabiskan waktu 159 hari di stasiun luar angkasa, mengatakan hal terberat saat berada di luar angkasa dalam waktu demikian lama adalah ia harus terpisah dari teman-teman dan keluarganya.
Misi terakhir Kelly selama 340 hari melampaui penerbangan luar angkasa terlama AS sebelumnya, yaitu 215 hari, yang dijalani oleh mantan astronot Michael Lopez-Alegria di stasiun luar angkasa pada 2007.
"Rekor memang seharusnya bisa dipecahkan. Saya ingin melihat bahwa suatu waktu rekor-rekor ini juga bisa dilampaui," kata Kelly. (Reuters)
Berita Terkait
-
Artemis II Pecahkan Sejarah: Sisi Gelap Bulan Akhirnya Bisa Dilihat Manusia
-
BRIN Bongkar Misteri Benda Langit di Lampung, Ternyata Sampah Roket China CZ-3B yang Jatuh
-
NASA Akhiri Jeda 53 Tahun: Misi Artemis II Siap Mengorbit ke Bulan
-
Ilmuwan Temukan Rahasia Menambang Harta Karun Meteorit Menggunakan Jamur
-
Kronologi 3 Astronot China Terdampar di Luar Angkasa Tanpa Kepastian Balik ke Bumi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
-
Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran
-
33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi
-
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules
-
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya
-
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religius Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman