Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Petinggi PT. Pelabuhan Indonesia(Pelindo) II untuk mengusut kasus yang melibatkan Mantan Direktur Utama Perusahaan tersebut, Richard Joost Lino. Kali ini KPK memanggil Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT. Pelindo II, Saptono Irianto.
"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RJL," kata Kepala Bagian Pemneritaan dan Informasi KPK, di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa(15/3/2016).
Selain itu, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ferialdy Noerlan selaku pensiunan PT Pelindo II dan Indra Sigit selaku mantan General Manager cabang Pelabuhan Palembang PT Pelindo II. Keduanya juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pengadaan Quay Container Crane(QCC) di PT Pelindo II pada Tahun 2010 tersebut.
Seperti diketahui, KPK menetapkan Lino sebagai tersangka pada tanggal 18 Desember 2015. Surat Perintah penyidikan sudah diteken 15 Desember 2015. Lino diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pengadaan QCC di perusahaan yang dipimpinnya Tahun 2010.
Modusnya, Lino memerintahkan pengadaan tiga unit QCC di PT Pelindo II dengan menunjuk langsung HDHM dari China sebagai penyedia barang. Tiga unit QCC tersebut ditempatkan di Pelabuhan Panjang, Palembang, dan Pontianak.
Atas penetapan dirinya sebagai tersangka, Lino pun mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Permohonan Lino yang didampingi oleh pengacaranya, Maqdir Ismail digagalkan oleh Hakim. Sehingga proses hukum terus dilanjutkan oleh KPK.Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, hingga saat ini KPK belum menahan RJ Lino.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Tegas! PM Kanada Putus Ketergantungan kepada AS, Mark Carney: Kami Akan Berdikari
-
Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!
-
Amphuri Kritik Wacana War Tiket Haji: Jangan Abaikan Jemaah yang Antre Puluhan Tahun
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup
-
Habiburokhman Bela Seskab Teddy soal 'Inflasi Pengamat': Ada Benarnya
-
Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan
-
Aksi Pemain Abroad Timnas Indonesia di Luar Negeri: Kevin Diks Cedera, Maarten Paes Gahar
-
Provokasi Zionis! Menteri Keamanan Israel Berdoa di Area Khusus Muslim Masjid Al Aqsa
-
Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional