Suara.com - Pemerintah Provinsi Jakarta akan segera menertibkan kawasan Luar Batang, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Penertiban pemukiman kumuh ini merupakan bagian dari program revitalisasi kawasan Wisata Pesisir Bahari Sunda Kelapa.
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan belajar banyak dari kasus penertiban Waduk Pluit, Muara Baru, Jakarta Utara. Ketika itu, Ahok diakali sebagian warga yang ingin mendapatkan kompensasi rumah susun.
"Sekarang saya sudah pintar, dulu saya masih bodoh di Waduk Pluit, Muara Baru, begitu mau dibongkar, semua orang kontrakan diusir dulu. Satu dua bulan diganti dengan orang Jakarta. Pindah KTP, hampir dua ribu orang pindah KTP, pindah ke Muara Baru, saya punya buktinya," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (1/4/2016).
Ahok tak mau kejadian itu terulang lagi di masa mendatang. Kalau sampai kasus Waduk Pluit terulang, Ahok akan memecat pejabat Dinas Kependudukan Catatan Sipil.
"Itu yang kita bodoh tuh, begitu pindah KTP Muara Baru, mereka dapat jatah masuk rusun. Sekarang saya sudah bilang, siapapun KTP baru, saya pecat Dukcapil. Sekarang langsung kita gugur, enak karena nggak ada lagi KTP DKI," kata dia.
Ahok meningatkan aparat agar mencermati perilaku warga menjelang daerahnya ditertibkan.
"Kalau dulu mereka minta waktu satu dua bulan, 'kami bongkar sendiri pak.' Rupanya bener juga. Itu kesempatan ngilangin di luar KTP nawarin ke orang, dijual tuh, Rp5 juta paketnya. Siapa mau dapat rusun sekaligus ngurusin pindah KTP sama saya dikunci," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran