Suara.com - Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengomentari soal bisnis offshore keluarganya yang bocor lewat dokumen "Panama Papers" firma hukum Mossack Fonseca . Dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi lokal, Nawaz menyangkal telah melakukan tindak pidana korupsi seperti yang dituduhkan dengan membawa lari uang negara ke asing.
"Ini tuduhan lama dan terus diulang-ulang," katanya seperti dikutip laman Reuters.
Seperti diketahui, Putri Nawaz bernama Maryam, serta dua anak laki-lakinya, Hussain dan Hassan menjalankan setidaknya 3 perusahaan holding di British Virgin Island. Namun, Nawaz membantah hal ini untuk menghindari pajak dalam negeri atau melarikan uang rakyat.
Atas tuduhan tersebut, Nawaz membentuk komisi khusus guna menyelidiki data "Panama Papers" yang juga ikut melibatkan sejumlah nama pemimpin negara lainnya seperti PM Islandia Sigmundur, relasi bisnis Preisden Rusia Vladimir Putin, pesepak bola Lionel Messi, artis Jacky Chan dan Amitabh Bachchan. Pengusaha Tanah Air Sandiaga Uno dan Riza Khalid juga disebut-sebut masuk dalam daftar nama di dokumen tersebut.
Sebelumnya, Ramon Fonseca, pendiri firma hukum Mossack Fonseca juga telah mengklarifikasi terkait hal ini. Menurutnya, tak ada yang salah dalam bisnis berbasis investasi tersebut. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan