Suara.com - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Sudung Situmorang mengakui mengenal tersangka dugaan suap PT Brantas Abipraya (Persero) Marudut Pakpahan yang ditangkap tangan oleh KPK.
"Itu sempat ditanyakan oleh pemeriksa dan dijawab oleh Bapak SS (Sudung Situmorang) kenal yang bersangkutan (Marudut)," kata Sudung di Jakarta, Rabu.
Diduga upaya suap itu untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi perusahaan BUMN itu yang tengah ditangani oleh Kejati DKI. Serta kasus itu merupakan limpahan dari Kejaksaan Agung.
Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) Widyo Pramono di Jakarta, Rabu, menyatakan Sudung Situmorang sempat ditanyakan oleh Bidang Pengawasan Kejagung saat pemeriksaan mengenai apakah kenal dengan Marudut dan ia mengaku mengenalnya.
Kendati demikian, Widyo menyatakan perkenalan antara Sudung Situmorang dan Marudut merupakan hal yang wajar sebatas hubungan manusia.
"Kenal wajar dalam hubungan kemanusiaan, dalam hubungan pertemanan itu, tidak tertutup kemungkinan yang bersangkutan kenal," katanya.
Dijelaskan, pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya terkait kasus itu, merupakan untuk memeriksa ada tidaknya pelanggaran etika dan disiplin jaksa.
Kejagung juga akan meminta izin kepada KPK untuk dapat memeriksa tiga orang tersangka tersebut.
Kita akan koordinasi dengan KPK, kata Widyo.
KPK juga sudah memeriksa Kajati DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Aspidsus Kejati DKI Jakarta Tomo Sitepu hingga Kamis (1/4) dini hari terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap dua petinggi PT. Brantas Abipraya (Persero) dan satu orang pihak swasta.
Direktur Keuangan PT. Brantas Abipraya Sudi Wantoko, senior manager PT. Brantas Abipraya Dandung Pamularno dan seorang swasta yaitu Marudut, ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberikan uang 148.835 dolar AS agar Kejati DKI Jakarta menghentikan penyelidikan atau penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani Kajati DKI Jakarta. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI
-
Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dibuka, Jasa Raharja Siapkan Kuota 23.500 Pemudik
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai