Suara.com - Pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara beraroma suap.
Kasus tersebut telah menjerat tiga tersangka, yaitu bekas Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Sanusi, Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, dan staf PT. Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro.
Kebijakan reklamasi pantai Utara Jakarta kemudian dikait-kaitkan dengan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Menanggapi hal itu, relawan Teman Ahok memberikan pembelaan kepada Ahok.
"Harus dimengerti dulu isu yang beredar, di sini kan kasus suap antara Sanusi dan bos Podomoro, Ahok cuma mengeluarkan Keputusan Gubernur untuk menindaklanjuti izin prinsip yang dibuat oleh (mantan) gubernur Foke (Fauzi Bowo). Masalah perizinan ini sudah cukup panjang sejak tahun 1995, Keppres Nomor 52," kata salah satu penanggung jawab Teman Ahok, Mohammad Fathony (24), kepada Suara.com di posko Teman Ahok, Graha Pejaten, Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Kamis (7/4/2016).
Fathony tidak sependapat dengan opini yang mengatakan Ahok pro pengembang. Menurut Fathony justru Ahok yang selalu mendesak pengembang untuk memperhatikan masyarakat sekitar daerah yang direklamasi.
"Dianggap pro pengembang, Ahok justru orang yang berusaha mendesak pengembang agar reklamasi ini tetap bermanfaat bagi masyarakat umum, dengan cara mensyaratkan kontribusi tambahan 15 persen dari nilai NJOP sebagai kewajiban pengembang dalam Raperda Tata Ruang," katanya. (Dian Rosmala)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba