Suara.com - Jumlah korban jiwa akibat insiden terbakarnya tumpukan kembang api di sebuah kuil di Kerala, India, bertambah. Kini, korban tewas berjumlah hampir 100 orang, sedangkan korban luka-luka dilaporkan kini mencapai 245 orang.
Kepala Menteri Negara Bagian Kerala, Oommen Chandy, mengatakan korban tewas kini bertambah menjadi 97 orang. Sebagian besar terperangkap di dalam kuil.
Dalam setiap perayaan tahun baru Hindu, beberapa kuil yang berada di Kerala memang selalu bersaing satu sama lain untuk menampilkan pertunjukan kembang api yang paling meriah. Nahas untuk tahun ini, pertunjukkan kembang api di Kuil Puttingal berubah menjadi tragedi.
Lansiran Independent, kendati sudah ada larangan, pertunjukan kembang api tetap dilaksanakan di Kuil Puttingal, yang terletak di Desa Paravur, Distrik Kollam, Kerala. Kebakaran terjadi saat percikan kembang api menyulut tumpukan kembang api lainnya yang disimpan di sekitar kompleks kuil tersebut.
Ribuan orang sedang berkumpul di kuil tersebut saat insiden terjadi pada Minggu sekitar pukul 3 dini hari. Api menyebar dengan cepat dan melukai banyak orang.
Kepala Kepolisian Kerala, TP Senkumar, kepada BBC mengatakan bahwa sebagian besar korban tewas dalam kondisi mengenaskan. Akibatnya, pihaknya harus melakukan tes DNA untuk mengidentifikasi para korban.
Perdana Menteri India Narendra Modi terbang ke Kollam bersama tim dokter untuk membantu otoritas setempat mengurus para korban luka.
"Kebakaran di kuil di Kollam amat menyedihkan dan mengejutkan," kata Modi lewat akun Twitternya.
"Saya turut berduka bagi para keluarga yang ditinggalkan dan doa saya bagi mereka yang terluka," sambungnya.
Berita Terkait
-
Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?
-
Ulasan Film Main Vaapas Aaunga: Romantisme Pilu di Balik Tragedi Tahun 1947
-
Sinopsis Main Vaapas Aaunga, Film India Terbaru Diljit Dosanjh dan Sharvari
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer