Suara.com - Wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat merupakan tempat persinggahan pertama bagi manusia Austronesia di Tanah Papua.
Dekan Fakultas Sastra Universitas Papua (Unipa) Manokwari Andreas Deda, di Manokwari, Rabu (13/4/2016), kepada Antara mengatakan orang Papua terdiri dari Manusia Austronesia dan Papuana yang merupakan suku asli Papua.
Dia menjelaskan, orang Austronesia adalah manusia raksasa. Mereka adalah bagian dari sejarah manusia dan peradaban orang Papua.
Menurut dia, manusia Austronesia memiliki kecenderungan hidup dan menetap di wilayah pesisir pantai. Sedangkan bangsa Papuana cenderung hidup di wilayah gunung.
Manusia pertama di Papua yang hidup di pesisir pantai ini, kata dia lagi, bisa disebut sebagai manusia purba. Tinggi badan mereka mencapai tiga meter, bahkan lebih.
"Mereka mencari ikan dengan cara berjalan kaki di pinggir laut pada jarak 100 meter dari bibir pantai. Tidak tenggelam, karena tubuhnya tinggi-tinggi," kata dia pula.
Alumni Pascasarjana Universitas Hawai ini mengungkapkan, jejak manusia Austronesia di Teluk Wondama dapat ditemukan di Pulau Yogmewos.
Fosil tulang belulang berukuran besar dan panjang banyak ditemukan di pulau tersebut.
Selain tulang belulang, ia meyakini masih banyak peninggalan sejarah manusia Autronesia yang bisa ditemukan di wilayah tersebut. Bukti sejarah yang dapat ditemukan berupa peralatan kerja serta cerita rakyat yang masih ada saat ini.
"Teluk Wondama dipilih, mungkin karena laut di daerah tersebut teduh serta cocok bagi mereka," ujarnya.
Dia menuturkan, selain Teluk Wondama orang Autronesia pun tersebar di wilayah pesisir pantai utara dan selatan Tanah Papua.
Menurutnya, ada dua kelompok orang Autronesia yang masuk ke Papua, yakni kelompok Waropen dan Biak yang menguasai pesisir utara serta kelompok yang masuk di wilayah pesisir selatan.
"Yang paling menarik itu di Raja Ampat dan yang bagus itu Fakfak dan Kaimana. Di Fakfak dan Kaimana, saya sangat yakin banyak peninggalan sejarah yang bisa kita dapat di situ," katanya lagi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular