Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak menyoal soal aksi Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon yang sempat menyambangi kawasan Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.
"Ya nggak apa-apa. Nggak ada (manuver politik). DPR kan sekarang lebih rajin, bagus. Terima kasih mereka lebih rajin," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/4/2016).
Ahok juga tak mau menanggapi pernyataan Fadli Zon soal pembelian lahan RS Sumber Waras yang diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp191 miliar. Menurut Ahok sudah banyak politisi yang bicara soal pembelian lahan Rp755,89 miliar.
"Aku nggak mau pusinglah, dia mau kunjungan ke langit kek akhirat kek ya kan, atau mau loncat dari Monas kek, aku udah siapin ambulan kok," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Sebelumnya Fadli Zon saat mendatangi Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat pada Senin (18/4/2016), mengatakan bahwa fasilitas kesehatan yang dibeli oleh Pemerintah DKI Jakarta itu tidak terletak di Jalan Kiyai Tapa, tetapi di Jalan Tomang Utara.
Politikus Gerindra itu masuk ke RS Sumber Waras melalui akses Jalan Kiyai Tapa, tetapi dia bersikukuh rumah sakit tersebut "secara fisik bukan di Jalan Kiyai Tapa."
Dalam kunjungan itu , Fadli ditemani oleh Abraham Tejanegara, Direktur Utama RS Sumber Waras. Dalam kesempatan itu Abraham menunjukkan dokumen kepemilikan rumah sakit seperti sertifikat dan dokuman Pajak Bumi dan Bangunan.
Fadli pada kesempatan itu mengakui jika berdasarkan dokumen PBB RS Sumber Waras berada di Jalan Kiyai Tapa, tetapi dia ngotot jika bangunan itu berada di Jalan Tomang Utara.
"Secara fisik saya melihat ini jalannya bukan di Jalan Kyai Tapa," ujar Fadli.
Menurut Fadli seharusnya tim verifikasi Pemprov DKI Jakarta terlebih dahulu untuk mengecek perbedaan tersebut.
"Justru dari Pemprov DKI harusnya ada tim verifikasi yang memverifikasi semua dokumen plus realitas yang ada di lapangan. Dari sisi prosedur itulah yang harus dikaji," kata dia, "Ibaratnya beginilah, kita mau membeli mobil, mobilnya dibilang mobil Mercy, tapi kenyataannya fisiknya Kijang," tambah Fadli.
Perbedaan lokasi Sumber Waras antara Jalan Kiyai Tapa dan Tomang Utara memang membawa implikasi hukum yang besar dan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengklaim adanya kerugian negara dalam pembelian rumah sakit itu oleh Pemerintah DKI Jakarta.
Sama seperti Fadli, BPK yakin bahwa RS Sumber Waras berada di Jalan Tomang Utara dan karenanya harus dibeli dengan harga Rp7 juta per meter persegi, sesuai dengan nilai jual objek pajaknya (NJOP).
Di sisi lain, Pemda DKI Jakarta berpatokan pada PBB yang menyatakan bahwa RS Sumber Waras terletak di Jalan Kiyai Tapa, yang NJOP-nya Rp20,755 juta per meter persegi.
Tag
Berita Terkait
-
Ungkapan Duka Ahok atas Berpulangnya Eyang Meri: Wariskan Semangat Berani Tegakkan Kebenaran
-
Kesaksian Ahok Ungkap Borok Tata Kelola Pertamina 20132024, Pengamat Desak Kejaksaan Lakukan Ini
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Tak Semua Minyak Dalam Negeri Bisa Diolah, Ahok: Peningkatan Impor Bukan Penyimpangan
-
5 Poin Geger Kesaksian Ahok: Heran Kekuatan Riza Chalid, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Dasco Janji UU Ketenagakerjaan Baru Selesai Oktober: Kami Libatkan Buruh
-
Mensos Gus Ipul Tegaskan Penonaktifan PBI-JKN Bukan Perintah Presiden: Itu Bisa Menyesatkan
-
Pengakuan Bonatua Silalahi, Dibujuk dan Dirayu Saat Minta Ijazah Jokowi Dibuka ke Publik
-
Habiburokhman: Waspada Penumpang Gelap Reformasi Polri, Ada Agenda Dendam Politik
-
Dulu Rugi Mulu, Laba BUMN di Era Prabowo Meroket 4 Kali Lipat, Ini Sebabnya
-
Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Segera Dibuka, Simak Syarat Daftar dan Jadwalnya
-
Polri Kebut 1.179 Dapur MBG, 2,9 Juta Warga Disasar hingga Pelosok Wilayah 3T
-
BPK Periksa Gus Yaqut, KPK Tegaskan Sudah Ada Koordinasi
-
Polri Jadi Bulan-bulanan, Prabowo: Itu Risiko, Dulu Jenderal TNI Dimaki-Dituduh Melanggar HAM
-
Indonesia Kejar Ciptakan Jutaan Green Jobs, Sudah Siapkah Talenta Kita?