Suara.com - Pengacara tersangka Jessica Kumala Wongso, Hidayat Boestam, mengatakan kondisi Jessica setelah diperiksa Tim Dokter dan Kesehatan Polda Metro Jaya kini membaik. Sebelumnya, tersangka kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin itu mengeluh sakit di bagian dada.
"Mulai sehat Jessica, dadanya sempet nyeri waktu malam Senin kemarin, dia ngeluh akhirnya datang dokter diperiksa dan dikasih obat. Dikasih minum obat terus pusing makanya diperiksa lagi," kata Hidayat.
Selama menjalani pemeriksaan, kata Hidayat, tim dokter polisi juga memeriksa kondisi jantung tersangka.
"Udah dicek jantungnya dan dinyatakan sehat, cuma ada otot yang kaku. Karena mungkin sirkulasi dalam ruang tahanan itu. Jadi Jessica disuruh olahraga, yang jelas dia stres saja," kata Hidayat.
Terkait dengan masa penahanan 90 hari terhadap Jessica yang akan habis pada Kamis (28/4/2016), sampai hari ini, pengacara belum mendapatkan pemberitahuan dari penyidik mengenai apakah penahanan diperpanjang lagi atau tidak.
"Kalau masa tahanan tanggal 28 besok yang mau habis, kalau mau diperpanjang saya belum dapat masa perpanjangannya," kata Hidayat.
"Penetapan dari izin pengadilan saya juga belum dapat dari penyidik. Mungkin besok. saya nggak tahu, apakah besok dikeluarkan apa diperpanjang saya tidak tahu," Hidayat menambahkan.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan telah mengajukan surat perpanjangan masa tahanan Jessica per Jumat (29/4/2016).
"Kami telah lakukan perpanjangan penahanan ya, atas kasus Jessica sampai 30 hari ke depan," kata Krishna.
Berkas perkara Jessica selama ini sudah beberapa kali dikembalikan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta karena dinilai belum kuat. Padahal, setiap kali mengembalikan berkas, penyidik kejaksaan selalu menyertakan sejumlah petunjuk untuk dilengkapi tim penyidik polda.
Pada Jumat (22/4/2016) lalu, penyidik polda melimpahkan berkas lagi ke kejaksaan untuk yang ketiga kalinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan