Suara.com - Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan uang Rp100 juta yang setiap bulan diterimanya dari uang operasional Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sesuai dengan amanat UU. Uang tersebut diberikan Ahok kepada Saefulah agar dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.
"Uang operasional itu amanat undang-undang, gubernur itu memang dapat uang operasional dihitung dari pendapatan asli daerah. Itu murni hak gubernur dan bisa dibagi ke wakil gubernurnya, bisa 60-40 (persen)," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Kams (3/5/2016).
Sekda menambahkan sudah lama menerima uang operasional dari Ahok. Sebelum Ahok, kata Saefulloh, dirinya belum pernah ada model pembagian uang operasional seperti itu.
"Bagi-bagi dari dulu nggak ada. Saya jadi sekda ada kebijakan (Ahok) di tengah-tengah," katanya.
Ahok tak hanya membagi-bagikan uang operasionalnya kepada sekda, dia juga memberikan kepada wali kota, setiap bulannya Rp50 juta. Tujuannya sama, agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.
"Para wali kota dikasih Rp50 juta, buat apa? Itu buat operasional sekda dan wali kota," ujar dia.
Uang tersebut selama ini dipakai, antara lain untuk menghadiri kondangan warga atau kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya untuk kemasyarakatan.
Kalau mau jujur, kata Saefullah, uang operasional Rp100 juta per bulan belum cukup.
"Buat kondangan boleh, itu boleh dipakai atau ada proposal yang masuk ke saya, misal ada futsal, hari besar agama, kita boleh bantu pakai itu," ujarnya.
"Dana itu cukup nggak? Nggak cukup, (contohnya) saya kondangan sama kasih sumbangan seminggu bisa Rp50 juta bisa sampai Rp100 juta," Saefullah menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?