News / Nasional
Kamis, 05 Mei 2016 | 13:40 WIB
Sejumlah kapal Republik Indonesia (KRI) kelas Van Speijk dan Multi Role Light Fregate (MRLF) melakukan manuvera taktis di perairan Karimunjawa, Jawa Tengah, Minggu (28/9). [Antara/Suryanto]

Suara.com - Presiden Joko Widodo bertemu dengan menteri luar negeri dan panglima tentara dari Filipina dan Malaysia guna membahas keamanan perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Kamis (5/5/2016) pukul 09.00 WIB.

Usai pertemuan, Presiden Jokowi mengatakan dalam pertemuan tadi membahas empat hal penting yang akan didetailkan oleh menteri luar negeri dan panglima militer ketiga negara.

“Pertama, untuk patroli bersama akan lebih didetailkan untuk di lapangannya nanti akan seperti apa, bagaimana kerja samanya,” kata Presiden.

Kedua, mengenai kalau ada kejadian di lapangan, tindakan-tindakan apa yang akan dilakukan.

Ketiga, mengenai tukar menukar informasi yang secepat-cepatnya.

“Ini akan dilakukan dan membuka hotline antara crisis center yang di sini dengan Filipina dan Malaysia,” kata Presiden Jokowi.

Terakhir, kata Presiden, panglima dari ketiga negara diarahkan agar membuat standard operating procedure yang jelas sehingga langkah-langkah bertindak itu bisa dilakukan bersama-sama.

“Kira-kira empat hal itu yang akan didetailkan pada hari ini, dan kita harapkan kerja sama ke depan, di antara kita bertiga ini terutama di area yang ada masalah tersebut bisa kita selesaikan,” kata Presiden.

Load More