Suara.com - Usai menjalani fit and proper test bakal calon gubernur Jakarta yang diselenggarkan DPP PDI Perjuangan, Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan dirinya ditanya penguji mengenai gaya kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Tadi membicarakan juga tentang style pemerintahan dari petahana, itu kita bicarakan juga dan bagaimana pandangan saya, saya dari segi positif negatifnya ada," kata Yusril di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016).
Sisi positifnya, kata Yusril, Ahok ingin cepat menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta. Yusril mengapresiasinya. Sedangkan sisi negatifnya, kata Yusril, seringkali Ahok mengabaikan sistem bernegara, hukum, dan kadang-kadang tidak manusiawi.
"Saya memberikan contoh misalnya penggusuran paksa, itu ada dua instrumen hak asasi manusia dari perserikatan bangsa-bangsa, satu malah spesifik bicara mengenai Indonesia. Itu di terima atau diadoupt majelis umum PPP. Tadi intinya mengatakan bahwa penggusuran paksa itu adalah pelanggaran ham berat, dan ini masalah sangat serius," katanya.
"Di samping itu juga pembiayaan masalah penggusuran di Kalijodo misalnya itu kan tidak dibicarakan dengan DPRD, tidak dianggarkan dengan DPRD, tapi ujug-ujug adalah dana kompensasi yang dibayar oleh PT. Agung Podomoro, tidak masuk ke dalam sistem keuangan daerah tapi langsung di bayarkan untuk nambahin uang makan polisi tentara untuk nyewa traktor. Dan kalau seperti ini dijalankan itu bisa rusak sistem bernegara kita ini," Yusril menambahkan.
Usai fit and proper test, Yusril akan menunggu keputusan PDI Perjuangan.
"Ini penjaringan dan semua yang dijaring ini diserahkan ke Ibu Megawati selaku ketua umum dan untuk DKI ini seperti kita sudah sama maklum, adalah kewenangan beliau untuk memutuskan. Jadi apapun yang diputuskan ibu megawati pastilah yang paling baik dan kita harus hormati. Kalau saya yang dipilih ya alhamdulilah, saya tidak dipilih pun alhamdulillah juga," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet