News / Metropolitan
Rabu, 25 Mei 2016 | 19:17 WIB
Ilustrasi jari bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Puskesmas Pasar Rebo, Jakarta Timur langsung menyodorkan tagihan biaya perawatan kepada Agung Pamudji. Tagihan itu disodorkan beberapa saat setelah anaknya, Razqa Alholifi Pamudji meregang nyawa.

Bayi berusia 5 bulan itu tewas setelah dimunisasi di puskesmas itu. Badannya mendadak panas tinggi.

"Saya lagi sedih, datang pihak puskesmas memberikan transaksi tagihan biaya, itu kami masih di puskesmas, kenapa tega sekali?" kata Agung kepada suara.com di Jalan Sawit RT 12/10, Kalisari Jakarta Timur, Rabu (25/5/2016).

"Keluarga kan lagi sedih, seperti ini penanganannya ini kan masih puskesmas bayi saya baru meninggal mas," ujar Agung.

Suara.com sempat mengkonfirmasi prihal kematian Razqa yang diduga karena penanganan medis anak itu tidak benar. Dokter yang merawat Razqa tidak lalai.

Namun pihak puskesmas bungkam. Salah satu staf puskesmas, Juliyanti mengatakan pimpinannya tidak ada ditempat. Kepala Puskesmas Pasar Rebo,  Maryati sedang tidak dinas untuk beberapa hari kedepan.

"Maaf, mas ibu sedang cuti, untuk mengurusi anaknya masuk sekolah," ujar Juliyanti.

Juliyanti juga tidak bisa menjelaskan saat ditanya mengenai kasus meninggalnya Razqa saat imunisasi.

Load More