Suara.com - Kebakaran hebat melanda gudang senjata terbesar di India pada Selasa (31/5/2016). Kebakaran memicu terjadinya ledakan dan menewaskan 17 orang, demikian disampaikan pejabat militer dan sipil.
Saat berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran sudah berhasil mengendalikan si jago merah yang melahap gudang senjata di Pulgaon, yang berjarak 600 kilometer dari Mumbai.
Akibat kebakaran ini, ribuan warga di sekitar gudang senjata mengungsi, demikian dikatakan pejabat setempat, Shailesh Nawal, kepada Reuters. Menurut Nawal, kebakaran juga mencederai 17 orang, di mana dua diantaranya dalam kondisi serius.
Menurut pejabat militer, Brigadir Sandeep Bhalla, dua diantara korban tewas merupakan anggota militer yang datang ke gudang tersebut saat kebakaran terjadi. Awalnya, kedua personel militer tersebut mengumpulkan orang untuk membantu memadamkan api. Namun, mereka malah menjadi korban.
"Saat mereka melawan api, ledakan terjadi dan mereka semua meninggal," kata Bhalla kepada televisi India.
Penyebab kebakaran belum diketahui. Jumlah pasti korban jiwa juga belum diketahui karena tim evakuasi belum memeriksa seluruh bagian gudang senjata.
Perdana Menteri India Narendra Modi, lewat Twitter mengatakan, dirinya berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Modi juga meminta Menteri Pertahanan Manohar Parrikar untuk mengunjungi lokasi.
Pihak militer juga sudah menggelar penyelidikan terhadap kebakaran tersebut. (Reuters)
Berita Terkait
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya
-
Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah
-
Gereja Berusia 2 Abad di AS Porak-poranda Diamuk Si Jago Merah, 5 Petugas Damkar Jadi Korban
-
Warteg hingga Toko Listrik di Pulogebang Dilalap Api, 13 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran!
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?