Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono meyakini, jika kasus penembakan misterius yang terjadi di Showroom mobil Lamborghini di Jalan T. B. Simatupang 18, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2016) merupakan bentuk teror.
Sebab, menurutnya ada sebanyak tiga letusan senjata api yang mengarah ke showroom mobil mewah tersebut.
"Kalau teror, saya yakin ada teror di sana. Karena memang tembakan itu ada tiga. Yang pertama di tiang sebelah kiri, kemudian tiang sebelah kanan pintu, dan terakhir kena kacanya," terang Awi di Polda Metro Jaya, Senin (12/6/2016).
Lebih lanjut, dia juga melihat dari hasil olah TKP yang dilakukan petugas, pelaku kemungkinan memang sengaja menargetkan sasaran tembaknya ke arah showroom tersebut untuk menandakan sebuah ancaman.
"Karena dari olah TKP memang ada unsur kesengajaan untuk menebak Showroom itu," kata dia.
Polisi sejauh ini belum bisa menyimpulkan identitas dari pelaku penembakan showroom Lamborghini. Polisi juga masih menunggu hasil uji balistik Pusat Laboratorium Forensik Polri terhadap satu proyektik peluru yang ditemukan di TKP. Tiga petugas keamanan showroom tersebut juga telah diperiksa untuk mengungkap teror di balik penembakan showroom mobil mewah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!