Suara.com - Setelah Ketua KPK Agus Rahardjo menyimpulkan hasil pengusutan KPK menyatakan tidak menemukan adanya tindak pidana korupsi dalam pembelian sebagian lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras, terjadi geger di media sosial Twitter.
Menggunakan tagar #AhokKePluto, netizen memperbincangkan pro kontrak kasus Sumber Waras. Saking banyaknya pengguna hastag, #AhokKePluto menjadi trending topic jelang buka puasa.
Umumnya, netizen tidak terlalu serius. Mereka menjadikan peristiwa lolosnya Ahok dari jeratan kasus Sumber Waras sebagai guyonan.
Seperti yang ditulis salah satu netizen ini. "Pastii ahok udah beli kpk,Btw beli kpk dimana ye,Td gw muter2 tanah abang ma roxy ga ada yg jualan kpk,Kan lumayan utk lebaran #AhokkePluto," tulisnya.
Sebagian netizen mengolok-olok haters Ahok yang selama ini menginginkan Ahok masuk penjara. Seperti yang ditulis beberapa netizen berikut ini.
"Di bulan suci yg penuh berkah ini para haters pada nyesek!!! #AhokKePluto," tulis dia.
"Akhirnya #AhokKePluto, Apakah Haters akan tobat?... Puja Kerang Ajaib.!! @basuki_btp @temanAhok @hariadhi," tulis netizen lain. "Dikandangin, dipenjara ternyata gagal, tak tendang saja Ahok ke Pluto biar pada seneng hatersnya. #AhokKePluto ."
Sebagian netizen lagi tidak mau ambil pusing dengan peristiwa tersebut. Bagi mereka, lebih penting mengurus dapur ketimbang membicarakan masalah Sumber Waras.
"Mau #AhokKePluto kek kemana kek bodo amatan ah.. Yg penting sbg mak2 turun harga sembako & sayuran.!!! Pucing tau urus ADART dapur ngebul," tulisnya.
Tidak sedikit pula netizen yang kecewa berat dengan keputusan KPK. Mereka yang kecewa, menganggap kesimpulan KPK atas kasus Sumber Waras tidak netral.
Sampai saat ini, perbincangan semakin hangat. Pengguna hastag tersebut terbagi menjadi tiga blok. Haters Ahok, pendukung Ahok, dan netizen yang bicara di tengah-tengah alias tidak terlalu peduli.
Di ruang Komisi III tadi, Agus menambahkan proses pengusutan kasus Sumber Waras berlangsung cukup lama dan melibatkan pendapat ahli, di antaranya akademisi UI, UGM, dan LSM MAPI. Hal ini dilakukan untuk menyandingkan dengan temuan BPK.
Dalam kasus ini, sejumlah kalangan telah diperiksa KPK, termasuk Ahok. Sampai diputuskan, KPK tidak menemukan indikasi korupsi.
Dugaan korupsi pembelian sebagian lahan untuk RS Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI mulai diselidiki KPK pada 20 Agustus 2015. Kasus ini pertamakali muncul dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jakarta atas laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta pada 2014.
BPK Provinsi Jakarta menilai ada indikasi penyimpangan prosedur pembelian lahan. Sebab, harga lahan yang dibeli jauh lebih mahal sehingga ada indikasi merugikan keuangan daerah sebesar Rp191 miliar.
BPK RI kemudian mengaudit investigasi ulang pembelian tersebut atas permintaan KPK. Hasilnya sudah diserahkan kepada KPK.
Di berbagai kesempatan, Ahok membantah pembelian sebagian lahan terlalu mahal. Menurut Ahok, harganya sudah sesuai NJOP.
Berita Terkait
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan