Suara.com - Seorang warga Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara berinisial RZ (34) tewas setelah dikeroyok belasan orang pada Sabtu (18/6/2016) sekitar pukul 01.00 WIB.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, menceritakan kejadian pengeroyokan yang bermula saat korban duduk santai bersama rekan-rekannya.
Menurut Awi, sekitar 15 pemuda membawa senjata tajam datang ke TPK untuk melakukan penyerangan. Korban, dari keterangannya, hendak melerai perkelahian. Namun, tiba-tiba RZ langsung dikeroyok dan terkena sabetan sajam dari para pelaku.
"Datang beberapa orang diperkirakan berjumlah 15 orang dengan sebagian membawa senjata tajam dan korban bersama teman-temannya melarang jangan berkelahi di sini namun tidak terima dan langsung membacokkan senjata ke tubuh korban," kata Awi dalam keterangan tertulis, Minggu (19/6/2016).
Dia menambahkan, setelah mengeroyok korban, para pelaku meninggalkan korban dengan kondisi banyak luka bacokan. Teman-teman korban yang selamat dari peristiwa pengeroyokan tersebut langsung membawa korban ke rumah sakit Koja, Jakarta Utara. Namun, korban menghembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan pihak rumah sakit.
"Setelah bacok korban para pelaku langsung kabur dan teman korban membawa korban ke RS Koja. Sekitar pukul 01.30 korban meninggal dunia," ujarnya.
Terkait peristiwa pengeroyokan tersebut, polisi masih memburu para pelaku dengan memintai keterangan sejumlah saksi.
"Saksi-saksi yang diminta keterangannya yakni DS, (22), RS (19) dan AM, (22)," ungkap Awi.
Dikatakannya, jika para pelaku terancam bakal dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
"Pelaku masih dalam penyelidikan," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik