Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengikuti perkembangan pengakuan bekas relawan Teman Ahok yang mengaku dibayar Rp500 ribu setiap mencapai target dalam pengumpulan fotokopi KTP warga Jakarta. Target itu sebanyak 140 KTP per minggu.
"Makanya saya baca di berita, mereka ini sudah dipecat kan (dari Teman Ahok)?" ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (23/6/2016).
Ahok mengatakan, tahapan pengumpulan yang sudah dilakukan Teman Ahok dalam mengumpulkan KTP sudah benar. Sebab KTP yang masuk akan dikonfirmasi terlebih dahulu ke yang bersangkutan, apakah benar memberikan dukungan ke Ahok di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.
"Karena ngumpul KTP ini kenapa kita minta ada nomor HP. Supaya bisa ngasih notifikasi. Saya pengalaman ngumpulin KTP tahun 2010-2011," ujar Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, apabila relawan mendapatkan bayaran dalam pengumpulan KTP, harus ada target yang harus bisa dicapai.
"Kenapa kumpulkan KTP paling bahaya? Kamu kalau ngegaji orang gede, dia nggak ngumpulin, kamu rugi dong. Kalau kamu (misalnya) pakai jatah Rp500 satu KTP, kalau dia copy semua, bohongin kamu dong," kata Ahok.
"Kalau zaman sekarang kan mesti ngisi. Kalau dimanipulasi, kamu kasih notifikasi, kamu merasa nggak ngumpulin, kamu protes nggak? Nah, Teman Ahok sudah membuat sistem yang sangat baik. Semua KTP yang masuk, begitu masuk ke komoputer itu kasih notifikasi, 'Terima kasih anda telah memberikan dukungan,'" tambah Ahok.
Diketahui, pengakuan bekas relawan Teman Ahok diberi honor per bulan. Honor yang diterima relawan sebesar Rp2.500.000 per bulan. Uang tersebut diterima secara bertahap.
"Per minggu 140 fotokopi KTP kami setor. Jadi Kami dapat honor Rp500 ribu perminggu. Minggu kedua, setor 140 KTP, dapat lagi Rp500 ribu, minggu keempat kalau 140 KTP lagi, tambah operasional Rp500 ribu. Jadi satu bulan kita dapat Rp2,5 juta," ujar bekas Teman Ahok, Paulus.
Konferensi pers mantan Teman Ahok diselenggarakan kemarin, atau tiga hari setelah Teman Ahok mengumumkan keberhasilan mencapai target mengumpulkan satu juta fotokopi KTP pada Minggu (20/6/2016). Per Minggu kemarin, total fotokopi KTP yang dikumpulkan sebanyak 1.024.632 lembar.
Teman Ahok merupakan organisasi pendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama maju ke pilkada Jakarta periode 2017 melalui jalur non partai. Ahok saat ini sedang bersiap maju bersama Heru Budi Hartono. Mereka juga didukung tiga partai, Nasdem, Hanura, dan Golkar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat