Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambangi warga Kebon Kosong untuk melakukan dialog dengan warga dan pedagang UKM Kemayoran di Halaman Masjid Al Ihsan Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/6/2016).
Dalam dialog tersebut salah satu pedagang kaki lima (PKL) Jiung, Kemayoran meminta kepada Djarot untuk segera memberikan perlindungan hukum kepada ratusan PKL dan segera memberikan lahan bagi PKL.
"Kami mohon kepada bapak agar diberi perlindungan hukum, jangan hanya sebagai PKL, tetapi PKL di bawah naungan UKM. Kami setidaknya dibikin suatu wadah atau koperasi dan dibawah UKM serta bisa berbadan hukum. Jadi suatu saat bisa mandiri dan mohon kami dibina," ujar Datu dalam dialog.
Menanggapi hal tersebut, Djarot mengaku setuju dibangunnya wadah atau koperasi bagi para PKL bagi 438 PKL.
Oleh karena itu, Pemprov akan membangun tempat untuk relokasi para PKL di Kawasan Pengelola Kawasan Kemayoran (PKK). Nantinya kawasan tersebut akan didesain layaknya tempat yang menarik perhatian para warga yang datang.
"Ada sekitar satu hektar dibangun. Makanya nanti kita tata barang-barang, diajak ngomong kaya apa desainnya, konsep seperti apa. Sehingga bentuknya bisa dibanggakan, dulu kumuh sekarang bagus," kata Djarot.
Dirinya menambahkan, para PKL Jiung akan diizinkan kembali berdagang di kawasan Kemayoran, sambil menunggu dibangunnya lahan bagi PKL di Kawasan PPK Kemayoran. Namun diberikan syarat yakni tidak menganggu lalu lintas.
"Kalau ganggu, dibatasi sampai jam berapa sampai jam berapa dan tidak boleh mengganggu, untuk sementara. Nanti permanennya kita akan pindah ke Blok B1 dikawal UMK. Tapi kalau melanggar dan mengganggu lalu lintas kita langsung tertibkan dan digusur," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam