Suara.com - Organisasi yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) menilai pandangan politik Teman Ahok diibaratkan balon yang ditiup agar tampak besar, namun kosong.
Teman Ahok merupakan relawan pendukung calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama yang akan maju pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022.
Hal ini menyusul bantahan Teman Ahok terkait manipulasi pengumpulan fotokopi KTP, adanya sistem gaji kepada relawan dan pembelian KTP melalu oknum-oknum yang diungkapkan lima mantan relawan Teman Ahok. Sekretaris Jenderal DPP Pospera Abdul Rahim K Labungasa menuturkan, harus dicari tahu siapa dibalik relawan Teman Ahok.
"Jadi Teman Ahok bukanlah kekuatan yang yang perlu diperhitungkan, yang harus dicari tahu adalah siapa si peniup balon yang menjadi sutradara dibalik teman Ahok," ujar Abdul dalam jumpa pers di Bumi Pospera, Jalan Basuki Rahmat, Cipinang Muara, Jakarta, Sabtu (25/6/2016).
Dari kacamata bisnis kata Abdul, Teman Ahok itu bukanlah relawan. Melainkan event organizer yang memperkerjakan sekian banyak karyawan kontrak.
"Ketika terbukti dan diakui oleh teman Ahok bahwa relawan yang diberi upah Rp2,5 juta perbulan maka teman Ahok sudah mendistorsi makna mulia dari makna kata relawan," imbuhnya.
Selain itu kata Abdul, dari sudut pandang ilmu militer Teman Ahok merupakan alat kamuflase untuk dua tujuan. Tujuan pertama menyamarkan target sesungguhnya, kedua menjadi alat tawar menawar untuk menakut-nakuti lawan atau partai.
Lebih lanjut, kata Abdul berdasarkan pandangan kriminologi, jika teman Ahok ternyata tidak bisa membuktikan banyak hal terkait aliran dana dan pengumpulan KTP yang dilakukan dengan cara benar maka bisa dikategorikan korupsi, money laundry, dan penipuan.
"Kejahatan-kejahatan itu waktu kadaluarsanya cukup lama jadi jika hari ini dugaan-dugaan itu belum bisa dibuktikan aparat penegak hukum masih bisa terus melakukan pengusutan dan pengembangan kasus hingga 12 tahun kedepan," papar Abdul.
Selain itu, pihaknya menyebut Teman Ahok melakukan kekerasan verbal menggunakan sosial media sebagai alat politiknya. Pasalnya kata Abdul, dalam waktu 1 tahun terakhir ini pendukung pendukung Ahok melakukan ratusan ribu kekerasan verbal dari caci maki hingga intimidasi.
"Untuk itu kalau para pendukung Ahok benar-benar memperjuangkan demokrasi, maka tidak mungkin membangun demokrasi di atas segala bentuk kekerasan. Yang kami khawatirkan kekerasan-kekerasan verbal yang selama ini digunakan oleh para pendukung Ahok, bisa menuai kekerasan kekerasan fisik dari para korban kekerasan verbal yang selama ini dibully oleh pendukung Ahok di sosial media," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Diserang Terus, Lama-lama Teman Ahok Tak Tahan dan Minta Bantuan
-
Teman Ahok Sudah ke KPUD, Mereka Siap Verifikasi Data KTP
-
Saran Nasdem Buat Lawan Ahok, Jangan Bertanding Menjelek-jelekkan
-
Teman Ahok Ingin Dengar Penjelasan Ahok Bila Pilih Partai
-
Detik-detik Ahok Memutuskan Jalur Politik atau Independen
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno