Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menelisik aliran dana yang berkaitan dengan kasus dugaan suap pembahasan Raperda tentang Reklamasi tentang Reklamasi yang mengalir ke sejumlah anggota DPRD DKI. Aliran dugaan uang suap tersebur diduga diketahui Bos PT Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan.
"Ya sedang kita dalami, ada dugaan dia (Aguan) mengetahui dan dia dikonfirmasi apa ada pemberian suap," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Senin (27/6/2016).
Menurut Yuyuk, penyidik juga tengah mendalami fakta yang muncul di persidangan terkait dugaan keterlibatan Aguan dalam pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD DKI yang juga dihadiri terdakwa Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.
"Saya kira secara umum pasti ditanyakan yah termasuk juga fakta persidangan yang menyebutkan keterlibatan Aguan," kata Yuyuk.
Namun demikian, Yuyuk menegaskan dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap Aguan hari ini masih sebatas saksi.
"Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi. Saya tegaskan belum ada kenaikan status dari aguan yang hari ini diperiksa," kata dia.
Tak hanya mendalami soal aliran dana suap kepada sejumlah anggota DPRD DKI dan soal dugaan pertemuan yang melibatkan Aguan. Pemeriksaan Aguan juga yang dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas perkara kasus yang menjerat Sanusi.
Untuk diketahui, dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut KPK di sidang terdakwa Ariesman Widjaja, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/6/2016) lalu, nama Aguan disebut-sebut ikut terlibat dalam pelbagai pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD DKI dan Ariesman.
Pertemuan itu dilakukan di Taman Golf Timur II Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada pertengahan Desember 2015 lalu.
Adapun anggota DPRD DKI yang ikut dalam pertemuan tersebut seperti mantan Ketua Komisi D M Sanusi, Ketua Balegda yang juga merangkap Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, anggota Balegda DKI M Sangaji dam Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Selamat Nurdin.
Selain itu, Aguan juga disebut melakukan pertemuan di kantor Agung Sedayu Group di lantai 4 Harco Mangga Dua, Jakarta Pusat pada bulan Februari 2016. Pertemuan tersebut dihadiri mantan Komisaris PT Agung Sedayu Group Richard Halim Kusuma alias Yung Yung, Ariesman, dan Sanusi.
Di pertemuan itu, Aguan meminta agar Sanusi bisa segera merampungkan pekerjaan yang berhubungan dengan pembahasan dan pengesahan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!