Suara.com - Wajah terusan Kali Krukut di Jalan Sarpa, Ciganjur, Jakarta Selatan, sekarang benar-benar beda. Dulu kumuh, sekarang anak-anak senang main di sana karena bersih.
Apalagi, salah satu area di sekitarnya sekarang disulap menjadi Taman Kiara Payung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Warga bernama Suroji (45) bercerita dulu daerah ini meninggalkan kesan tak terurus. Kumuh dan bau.
"Ini, tempat sama sekali jarang yang lewat mas seram, kotor juga kalinya," kata Suroji kepada Suara.com di Jalan Sarpa, Rabu (29/6/2016).
Daerah itu, dulu juga menjadi tempat pembuangan sampah. Orang lewat, langsung melemparkan plastik berisi barang bekas dapur.
Kini, setelah dibuat taman, kata Suroji, hampir setiap hari terdengar suara anak-anak bermain di sana.
"Sekarang ramai untuk anak-anak bermain, taman juga sudah diberi pembatas aliran Kali Krukut," ujar Suroji.
Suroji mengatakan yang paling berjasa mengubah kesan kumuh menjadi asri tersebut adalah petugas Unit Pengelola Kebersihan UPK Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta.
"Tidak ada sampah lagi mas, mencium bau sampah juga nggak ada, jadi senang saja main di sini, petugas rajin membersihkan sampah di pinggiran kali," kata Suroji.
Berita Terkait
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
-
Roasting Ayah Sendiri, Nicholas Sean Anak Ahok Viral Jualan 'Broken Home Cookies'
-
Ada 2 Raja Saling Mengklaim di Keraton Solo, Fadli Zon Mengadu pada DPR
-
Fadli Zon Sebut Pemerintah Tak Intervensi Urusan Keraton Solo: Fokus Kami Hanya Cagar Budaya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan