Suara.com - Pariwisata Indonesia semakin bergairah. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air melalui seluruh pintu masuk pada Mei 2016 tercatat 915.206 atau meningkat sebesar 7,48 persen, dibandingkan bulan yang sama pada 2015.
Tahun lalu jumlah wisman mencapai 852.388 orang.
“Meningkat 7,48 persen, lebih besar persentasenya dari capaian jumlah wisman pada Mei 2015. Secara kumulatif, kunjungan wisman ke Indonesia melalui seluruh pintu masuk bulan Januari sampai Mei 2016 berjumlah 4.433.932 orang. Itu berarti naik dari periode yang sama tahun lalu, yang berjumlah 4.125.233 orang,” kata Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Jika dilihat berdasarkan kebangsaan, kunjungan wisman pada Mei 2016 di 19 pintu utama dibandingkan tahun sebelumnya hingga bulan yang sama mengalami pertumbuhan yang tinggi. Paling tinggi lompatannya adalah Mesir sebesar 58,05 persen, Cina sebesar 45,53 persen, Rusia sebesar 33,50 persen, Bahrain sebesar 28,91 persen, dan India sebesar 28,15 persen.
“Tiongkok semakin menggeser posisi Australia di posisi ketiga terbesar, setelah Singapura dan Malaysia. Selama ini, Australia selalu di posisi ke-3,” kata Arief.
Kenaikan wisata dari Australia terkait dengan kegiatan outbond (kegiatan di luar ruang) mereka yang dialihkan ke Indonesia, bukan ke New Zealand lagi. Para turis Australia memilih Bali and beyond, Lombok, Banyuwangi, Labuhan Bajo, Mentawai, Raja Ampat untuk outbond.
“Viral dari mulut ke mulut dan media sosial tidak bisa dihindari, dan terus bergulir. Itu juga menunjukkan promosi kita semakin terasa dampaknya,” sambung Arief.
Pada 2015, capaian Januari-Mei 2015 tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu Mesir sebesar 56,72 persen, Bahrain sebesar 45,56 persen, India sebesar 30,64 persen, Inggris sebesar 25,47 persen, dan Tiongkok sebesar 25,27 persen.
“Tiongkok, India, Mesir, dan Bahrain, dua tahun berturut-turut tumbuh pesat. Jika akses ke negara-negara itu semakin banyak, pasti akan bertambah lebih pesat. India, yang tidak ada penerbangan langsung saja, angkanya sudah lebih dari 35 ribu orang sebulan, berarti lebih dari 1.000 orang per hari,” simpul Arief.
Kementerian Pariwisata (Kemepar) juga mencatat, kunjungan wisman pada tiga pintu besar dari 19 pintu masuk utama pada Mei 2016 dibandingkan Mei 2015, yaitu melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta mengalami penurunan sebesar 1,41 persen dan Batam 11,01 persen.
Wisatawan yang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali meningkat sebesar 37,13 persen. Jika dibandingkan Januari-Mei 2015, wisatawan yang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta pada periode yang sama 2015 meningkat 3,76 persen, Ngurah Rai meningkat sebesar 20,98 persen, tapi Batam mengalami penurunan sebesar 3,49 persen.
“Ayo, Great Batam harus lebih agresif lagi mencari wisatawan!” kata Arief.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar