Suara.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut terdakwa Jessica Kumala Wongso telah berbohong dalam memberikan informasi soal kedatangannya di Kafe Olivier, Rabu 6 Januari 2016 silam. Pasalnya, kata Jaksa Ardito, ada perbedaan waktu saat pertemuannya dengan Wayan Mirna Salihin dan Boon Juwita alias Hanie di kafe yang terletak di Grand Indonesia, Jakarta Pusat itu.
Menurut Jaksa Ardito, bukti rekaman kamera pengintai atau CCTV memperlihatkan Jessica tiba di Kafe Olivier pada pukul 15.30 WIB. Hal itu berbeda dengan keterangan Jessica yang disampaikan kepada teman-temannya melalui grup Whatsapp. Lewat grup tersebut, Jessica mengaku masih dalam perjalanan pada pukul 15.30 WIB.
Perbedaan waktu tersebut juga ditanyakan JPU kepada Boon Juwita alias Hanie yang menjadi saksi kunci dalam kasus Kopi Maut Mirna.
"Jam berapa terdakwa (Jessica) tiba di kafe Olivier?" tanya Jaksa Ardito di dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakart Pusat, Rabu (13/7/2016).
Hanie pun menjawab berdasarkan percakapan di grup Whatsapp tersebut, Jessica mengaku belum tiba di Kafe Olivier.
"Saya kurang tahu, tapi sekitar pukul 15.30 WIB Jessica bilang melalui whatsapp masih di jalan," timpal Hanie.
Jaksa Ardito juga menanyakan lagi kepada Hanie apakah Jessica telah berbohong soal adanya perbedaan waktu di pertemuan tersebut.
"Apakah Anda tahu jika terdakwa berbohong?" tanya Jaksa Ardito
"Tidak tahu," jawab Hanie.
Mendengar jawaban dari Hanie, Ketua Tim Kuasa Hukum Otto Hasibuan langsung mengajukan interupsi kepada Majelis Hakim. Dia mengaku keberatan atas pernyataan JPU yang menyebut kliennya telah berbohong
"Saya keberatan. Pernyataan Anda itu menyimpulkan, tidak bisa," kata Otto.
Akhirnya, Ketua Hakim Kisworo yang memimpin persidangan tersebut meminta pihak JPU untuk tidak serta merta membuat kesimpulan sendiri.
Seperti diketahui, Mirna meninggal dunia usai meminum es kopi vietnam yang disuguhkan di Cafe Olivier, Grand Indonesia, pada 6 Januari 2016 silam. Saat itu, Mirna ditemani Jessica dan Hani. Hasil tes forensik menyebutkan ada racun sianida sebanyak 15 gram dalam kopi yang diminum Mirna.
Semula, Jessica hanya berstatus saksi. Namun, akhirnya yang bersangkutan ditetapkan menjadi tersangka pada Jumat, 29 Januari 2016. Keesokan harinya, ia ditangkap polisi di Hotel Neo Mangga Dua saat sedang menginap bersama keluarganya.
Berita Terkait
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
PK Jessica Wongso Ditolak Lagi! Babak Akhir Kasus Kopi Sianida?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Jessica Wongso di Media Australia, Wawancara Kontroversial Picu Kemarahan Masyarakat
-
MA Proses PK Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Mirna
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
-
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran
-
Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap
-
KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA
-
KPK Tegaskan Usulan Capres dari Kader Partai Tak Langgar Konstitusi
-
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!
-
Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah