- Kepala Basarnas Mohammad Syafii memastikan evakuasi korban tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi telah selesai.
- Operasi SAR gabungan berhasil menuntaskan evakuasi seluruh korban dewasa berjenis kelamin perempuan dalam waktu kurang dua belas jam.
- Seluruh tim SAR telah kembali ke satuan masing-masing meski pembersihan bangkai kereta tetap dilakukan dengan prosedur ketat.
Suara.com - Kepala Basarnas, Mohammad Syafii memastikan proses evakuasi korban tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo telah selesai. Ia menegaskan, tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam rangkaian kereta.
“Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan,” ujar Syafii dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) melibatkan unsur gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai potensi SAR lainnya. Proses evakuasi disebut rampung dalam waktu kurang dari 12 jam sejak kejadian.
Syafii menuturkan, peristiwa kecelakaan terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.57 WIB, saat dua kereta yakni KRL komuter dan KA Argo Bromo mengalami tabrakan.
Seluruh tim SAR pun telah ditarik kembali ke satuan masing-masing setelah operasi dinyatakan selesai pada Selasa pagi.
“Dan tadi pagi pukul 08.00 sudah selesai, seluruh tim SAR kita nyatakan kita kembalikan ke homebase masing-masing,” jelasnya.
Meski demikian, Syafii menegaskan proses pembersihan bangkai kereta tetap dilakukan dengan kehati-hatian. Jika dalam proses tersebut ditemukan bagian tubuh korban sekecil apa pun, maka petugas akan tetap menjalankan prosedur penanganan.
“Namun, dalam proses pembersihan bangkai kereta, andai saja ditemukan sekecil apa pun bagian tubuh, tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai prosedur,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan seluruh korban yang berhasil dievakuasi merupakan perempuan dan tidak ditemukan korban anak-anak.
Baca Juga: RS Polri Masih Identifikasi 10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
“Seratus persen yang kita evakuasi perempuan. Saya melihatnya tidak ada korban anak, semuanya sudah masuk kategori dewasa,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah