News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 14:20 WIB
Sejumlah korban kecelakaan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa]
Baca 10 detik
  • RSUD Kota Bekasi merawat 17 korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang mengalami luka patah tulang dan memar.
  • Sebanyak 54 orang korban insiden tersebut telah ditangani rumah sakit dengan 15 orang di antaranya sudah menjalani rawat jalan.
  • Seluruh korban yang dirawat inap pada Selasa 28 April 2026 berada dalam kondisi sadar di bawah observasi tim dokter.

Suara.com - RSUD Kota Bekasi mencatat sebanyak 17 orang korban kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh  Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap.

Para korban rata-rata menderita luka patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan operasi serta luka memar serius di berbagai bagian tubuh.

Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi menyebut seluruh korban luka yang saat ini ditangani oleh tim medis berada dalam kondisi sadar.

“Alhamdulillah tidak ada, belum ada di kami yang dirawat dalam kondisi tidak sadar,” ujar Ellya kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026)

Secara keseluruhan, RSUD Bekasi menangani 54 orang korban luka pascainsiden tabrakan tersebut.

Dari jumlah itu, 15 orang sudah dinyatakan stabil dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit untuk melanjutkan rawat jalan.

Namun bagi 17 orang lainnya, kondisi mereka masih memerlukan observasi ketat dari tim dokter ahli.

“Korban yang dirawat inap ada yang operasi, ada yang diobservasi, kurang lebih 17 orang,” jelas Ellya.

Sejumlah kerabat korban kecelakaan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menangis saat menunggu kabar di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa]

Rincian Luka

Karakteristik luka yang diderita para penumpang kereta ini cukup beragam namun menunjukkan adanya pola benturan hebat.

Selain kasus patah tulang yang sudah dijadwalkan untuk tindakan pembedahan, banyak korban mengalami memar parah pada bagian kaki, paha, hingga wajah.

“Ada beberapa fraktur dan sudah direncanakan untuk operasi, kemudian ada juga yang luka memar,” beber Ellya.

Guna melayani kebutuhan informasi yang mendesak, RSUD Bekasi telah mengaktifkan posko informasi di area rumah sakit.

Fasilitas ini ditujukan bagi keluarga korban yang ingin memantau perkembangan medis secara berkala maupun proses administrasi pendampingan.

“Kami akan menangani dengan sebaik mungkin dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan pelayanan paripurna,” pungkasnya.;

Load More