- RSUD Kota Bekasi merawat 17 korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang mengalami luka patah tulang dan memar.
- Sebanyak 54 orang korban insiden tersebut telah ditangani rumah sakit dengan 15 orang di antaranya sudah menjalani rawat jalan.
- Seluruh korban yang dirawat inap pada Selasa 28 April 2026 berada dalam kondisi sadar di bawah observasi tim dokter.
Suara.com - RSUD Kota Bekasi mencatat sebanyak 17 orang korban kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap.
Para korban rata-rata menderita luka patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan operasi serta luka memar serius di berbagai bagian tubuh.
Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi menyebut seluruh korban luka yang saat ini ditangani oleh tim medis berada dalam kondisi sadar.
“Alhamdulillah tidak ada, belum ada di kami yang dirawat dalam kondisi tidak sadar,” ujar Ellya kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026)
Secara keseluruhan, RSUD Bekasi menangani 54 orang korban luka pascainsiden tabrakan tersebut.
Dari jumlah itu, 15 orang sudah dinyatakan stabil dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit untuk melanjutkan rawat jalan.
Namun bagi 17 orang lainnya, kondisi mereka masih memerlukan observasi ketat dari tim dokter ahli.
“Korban yang dirawat inap ada yang operasi, ada yang diobservasi, kurang lebih 17 orang,” jelas Ellya.
Rincian Luka
Karakteristik luka yang diderita para penumpang kereta ini cukup beragam namun menunjukkan adanya pola benturan hebat.
Selain kasus patah tulang yang sudah dijadwalkan untuk tindakan pembedahan, banyak korban mengalami memar parah pada bagian kaki, paha, hingga wajah.
“Ada beberapa fraktur dan sudah direncanakan untuk operasi, kemudian ada juga yang luka memar,” beber Ellya.
Guna melayani kebutuhan informasi yang mendesak, RSUD Bekasi telah mengaktifkan posko informasi di area rumah sakit.
Fasilitas ini ditujukan bagi keluarga korban yang ingin memantau perkembangan medis secara berkala maupun proses administrasi pendampingan.
“Kami akan menangani dengan sebaik mungkin dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan pelayanan paripurna,” pungkasnya.;
Berita Terkait
-
KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Detik-Detik Mencekam! Jet Pribadi Meledak Usai Lepas Landas, Dua Pilot Tewas
-
KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap
-
Tragedi di Lampu Merah Cengkareng, Pemotor Wanita Tewas Terlindas Kontainer saat Dibonceng Ayah
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional
-
Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun
-
Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik