Pihak kepolisian telah menetapkan Syahril Sidik sebagai tersangka kasus pembunuhan perempuan bernama Imas Kartika alias Alika yang ditemukan tewas bersimbah darah di Hotel Elysta, Cilincing, Koja, Jakarta Utara, Selasa (12/7/2016) malam.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Komisaris Awi Setiyono menceritakan kronologis pembunuhan sadis tersebut.
Awalnya, tersangka mengontak korban bisa bertemu di hotel tersebut pada Selasa (12/7/2016) sekira pukul 16.30 WIB. Syahril, kata Hendy, meminta korban untuk membawa sepeda motornya. Setelahnya, keduanya pun bertemu di Hotel Elysta pada pukul 16.50 WIB. Pelaku pun langsung mengajak korban untuk check in di kamar hotel.
Setelah keduanya berhubungan seks di kamar hotel nomor III C. Tersangka, kata Awi, langsung membunuh dengan sebilah pisau saat korban yang sedang berbaring di kasur. Korban ditusuk di bagian perut secara berkali-kali. Syahril juga mengggorok leher korban.
"Korban dibunuh dengan hujaman di bagian perut hingga usus sampai keluar. Lehernya juga diiris dengan pisau," kata Awi di Polda Metro Jaya, Kamis (14/7/2016).
Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan mengatakan jika korban juga sempat melakukan perlawanan. Hal itu, terlihat pada luka bekas gigitan di tangan kiri tersangka.
"Ada bekas luka gigitan di tanhan kiri tersangka, korban nampak sempat melawan," kata dia.
Usai menghabisi nyawa korban, Syahril langsung mengambil barang-barang milik korban seperti satu unit sepeda motor Honda Scoopy, dua unit telepon genggam merek Samsung dan Blackberry, dan dompet milik korban.
Selanjutnya, tersangka langsung keluar kamar hotel tersenut tanpa mengenakan baju. Saat berada di luar hotel, tersangka juga sempat menuju Jalan Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara untuk membuang pisau yang digunakan untuk membunuh korban. Tersangka juga sempat mampir ke kontrakan untuk mengambil baju dan mengobati luka di tangan kiri.
Polisi dapat menangkap Syahril saat melarikan diri ke daerah Purwakara, Jawa Barat pada Rabu (13/7/2016) pagi. Polisi terpaksa menembak kaki kiri tersangka karena melakukan perlawanan.
"Kurang dari 10 jam, kami tangkap tersangka di Desa Parang, Purwakarta," kata Hendy
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda
-
Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik
-
Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia
-
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar
-
Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri
-
Prabowo Bantah Keras! Indonesia Tak Pernah Janji Setor USD 1 Miliar ke Dewan Buatan Trump
-
Jangan Sampai Kehabisan! Masih Ada 587 Ribu Kursi Kosong KA untuk Arus Balik Lebaran 2026
-
Lebaran 2026 Jakarta Diterjang Banjir: 46 RT di Jaktim Terendam, 696 Warga Mengungsi
-
Suasana Lebaran di Istana, Senyum Tipis Iriana Jokowi Foto Bareng Presiden Prabowo
-
Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran