- Pemprov DKI merencanakan ekspansi Transjabodetabek, termasuk rute prioritas Blok M-Soetta dan Cawang-Jababeka, untuk atasi kemacetan.
- Gubernur Pramono Anung menyatakan komitmen perluasan layanan, menyoroti rute terhubung Banten seperti Alam Sutera dan PIK 2.
- Target utama adalah menarik pengguna dengan tarif flat sangat murah, misalnya Rp3.500 untuk rute Bandara-Blok M, kurangi kendaraan pribadi.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta kini tengah mempersiapkan ekspansi besar-besaran layanan bus Transjabodetabek guna mengurai simpul kemacetan yang kian mengular di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan keyakinannya bahwa rencana pengembangan rute menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akan meraih kesuksesan besar.
Pramono menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memperluas jangkauan transportasi publik tersebut saat ditemui awak media di Balai Kota Jakarta pada Rabu (4/2/2026).
"Saya termasuk yang kemudian betul-betul secara serius untuk membuka yang namanya Transjabodetabek," ujar Pramono.
Dua rute baru yang kini menjadi prioritas utama dalam proyek perluasan ini adalah jalur Blok M menuju Bandara Soetta serta rute Cawang menuju Jababeka.
Pemilihan kedua jalur tersebut didasarkan pada tingginya mobilitas pekerja dan kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang efisien dan terintegrasi.
Pramono juga memaparkan bahwa saat ini beberapa wilayah penyangga di Banten sudah mulai terhubung dengan pusat kota Jakarta melalui layanan serupa.
Layanan yang sudah beroperasi mencakup rute dari Alam Sutera menuju Blok M serta kawasan PIK 2 menuju Blok M yang mendapatkan respon positif dari pengguna.
Target berikutnya adalah memastikan warga yang menuju bandara dapat menikmati fasilitas transportasi publik dengan biaya yang sangat terjangkau.
Baca Juga: Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
"Sekarang dari Banten ke Jakarta itu sudah terhubung dari Alam Sutera, Blok M. PIK 2, Blok M. Bentar lagi akan kita buka dari Soekarno-Hatta ke Blok M. Pasti orang akan menggunakan itu," imbuh Pramono.
Gubernur optimis bahwa tarif flat yang sangat murah akan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi.
Dengan armada yang mumpuni dan harga tiket yang ekonomis, skema ini diprediksi akan menjadi solusi jitu bagi para pelancong maupun pekerja bandara.
"Gimana, dari Soekarno-Hatta sampai Blok M cuma bayar Rp3.500, mobilnya bagus? Siapa yang nggak mau? Pasti mau," tegas Pramono.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak instan terhadap penurunan volume kendaraan bermotor yang memadati jalanan protokol setiap harinya.
Pramono percaya bahwa ketersediaan transportasi umum yang layak dan murah adalah kunci utama dalam mengubah pola perilaku bertransportasi warga Jakarta.
"Itu secara signifikan akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta. Itu lah yang nanti secara signifikan akan mengurangi orang untuk menggunakan kendaraan pribadinya. Mereka mau menggunakan transportasi umum," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?