News / Metropolitan
Rabu, 04 Februari 2026 | 19:56 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI merencanakan ekspansi Transjabodetabek, termasuk rute prioritas Blok M-Soetta dan Cawang-Jababeka, untuk atasi kemacetan.
  • Gubernur Pramono Anung menyatakan komitmen perluasan layanan, menyoroti rute terhubung Banten seperti Alam Sutera dan PIK 2.
  • Target utama adalah menarik pengguna dengan tarif flat sangat murah, misalnya Rp3.500 untuk rute Bandara-Blok M, kurangi kendaraan pribadi.

Suara.com - Pemprov DKI Jakarta kini tengah mempersiapkan ekspansi besar-besaran layanan bus Transjabodetabek guna mengurai simpul kemacetan yang kian mengular di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan keyakinannya bahwa rencana pengembangan rute menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akan meraih kesuksesan besar.

Pramono menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memperluas jangkauan transportasi publik tersebut saat ditemui awak media di Balai Kota Jakarta pada Rabu (4/2/2026).

"Saya termasuk yang kemudian betul-betul secara serius untuk membuka yang namanya Transjabodetabek," ujar Pramono.

Dua rute baru yang kini menjadi prioritas utama dalam proyek perluasan ini adalah jalur Blok M menuju Bandara Soetta serta rute Cawang menuju Jababeka.

Pemilihan kedua jalur tersebut didasarkan pada tingginya mobilitas pekerja dan kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang efisien dan terintegrasi.

Pramono juga memaparkan bahwa saat ini beberapa wilayah penyangga di Banten sudah mulai terhubung dengan pusat kota Jakarta melalui layanan serupa.

Layanan yang sudah beroperasi mencakup rute dari Alam Sutera menuju Blok M serta kawasan PIK 2 menuju Blok M yang mendapatkan respon positif dari pengguna.

Target berikutnya adalah memastikan warga yang menuju bandara dapat menikmati fasilitas transportasi publik dengan biaya yang sangat terjangkau.

Baca Juga: Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni

"Sekarang dari Banten ke Jakarta itu sudah terhubung dari Alam Sutera, Blok M. PIK 2, Blok M. Bentar lagi akan kita buka dari Soekarno-Hatta ke Blok M. Pasti orang akan menggunakan itu," imbuh Pramono.

Gubernur optimis bahwa tarif flat yang sangat murah akan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi.

Dengan armada yang mumpuni dan harga tiket yang ekonomis, skema ini diprediksi akan menjadi solusi jitu bagi para pelancong maupun pekerja bandara.

"Gimana, dari Soekarno-Hatta sampai Blok M cuma bayar Rp3.500, mobilnya bagus? Siapa yang nggak mau? Pasti mau," tegas Pramono.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak instan terhadap penurunan volume kendaraan bermotor yang memadati jalanan protokol setiap harinya.

Pramono percaya bahwa ketersediaan transportasi umum yang layak dan murah adalah kunci utama dalam mengubah pola perilaku bertransportasi warga Jakarta.

Load More