Suara.com - Mohamed Lahouaiej Bouhlel, pengemudi truk teror yang menewaskan 84 orang di Nice, Prancis, dikabarkan mengirimkan pesan bernada mengerikan beberapa menit sebelum melancarkan serangan. Hal ini terungkap dalam laporan yang disampaikan dalam tayangan televisi French TV.
Beberapa saat sebelum menabraki orang-orang yang berkerumun di kawasan Promenade des Anglais, Bouhlel mengirim sejumlah pesan pendek (SMS) berisi rincian rencananya.
"Bawa lebih banyak senjata. Bawa lima," tulis Bouhlel di salah satu SMS-nya, demikian disampaikan seorang sumber di kejaksaan Prancis seperti dikutip French TV.
Pada pesan sebelumnya, Bouhlel menulis, "Ini bagus. Saya sudah punya peralatannya".
Lewat SMS, Bouhlel juga mengungkapkan "rasa puasnya karena sudah mendapatkan sepucuk pistol kaliber 7,65 mililimeter". Ia juga berdiskusi soal pasokan senjata-senjata lainnya lewat SMS, demikian diungkap seorang sumber polisi yang berhasil dihubungi AFP.
Sepucuk pistol, dua replika senapan serbu, dan sebuah replika granat ditemukan dalam truk trailer yang dikemudikan Bouhlel.
Semua SMS tersebut dikirim Bouhlel dengan sebuah ponsel yang ditemukan di dalam kabin truk. Di situ ditemukan pula surat izin mengemudi dan kartu bank.
SMS tersebut dilaporkan dikirimkan pada pukul 10.27 malam, kepada salah satu orang yang sudah ditangkap dan ditahan polisi dalam operasi penangkapan pascaserangan.
Selain itu, muncul pula informasi bahwa para petugas kepolisian yang mencegat Bouhlel, melepaskan sedikitnya 20 amunisi ke arah truknya yang berakhir dengan kematian Bouhlel.
Seperti dikabarkan sebelumnya, ISIS, melalui kantor berita Amaq yang berafiliasi dengan mereka, mengklaim bahwa Bouhlel adalah salah satu tentara mereka. (News.com.au)
Tag
Berita Terkait
-
Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional
-
Hasil Ligue 1: Hajar Nice 4-0, PSG Ambil Alih Puncak Klasemen
-
NICE Kantongi Izin Pameran Bebas Pajak dan Bea Masuk
-
Kalah dari Nice, Kapten Go Ahead Eagles Resmi Pamit Gabung Feyenoord
-
Blunder Dean James Jadi Awal Petaka Go Ahead Eagles di Liga Europa, Diganjar Rating Terendah
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan