Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dilantik menjadi Kabareskrim menggantikan Komjen Anang Iskandar, serta sejumlah pejabat tinggi Polri lainnya, di Jakarta, Selasa (31/5). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terus mendalami dan mengembangkan kasus vaksin palsu terhadap anak. Saat ini terdapat 14 pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, dan klinik yang terlibat menyebarkan vaksi palsu kepada anak-anak.
"Sudah 23 tersangka yang kami proses. Kini masih kami kembangkan terus, mulai dari pembuat, yang mendistribusikan, penyalur termasuk tenaga medis yang terlibat langsung," kata Komisaris Jenderal Ari Dono, Kepala Bareskrim Polri kepada wartawan di Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur, Senin (18/7/2016).
Menurut dia, pihak manajemen rumah sakit belum tentu terlibat dan mengetahui ada vaksin palsu tersebut. Bisa jadi hal itu ulah oknum yang mencari keuntungan, maka dari itu polisi terus mendalami kasus ini hingga tuntas.
"Seperti yang disampaikan Ibu Menkes tadi, namanya RS belum tentu manajemennya juga kena. Jadi saya berharap kepada masyarakat untuk tidak terlalu emosi, tunggu saja hasil penyelidikan dan nanti siapa yang bertanggung jawab tidak akan kami tutup-tutupi," ujar dia.
Dia menambahkan, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mencari fakta, bukti-bukti yang ada untuk mengungkap kasus tersebut. Saat ditanya apa kandungan dari vaksin palsu tersebut, Ari enggan menjelaskan dengan alasan bagian dari materi penyidikan.
"Ada tindakan penyidikan yang boleh dibuka dan ada yang tidak boleh kami buka. Kalau kami buka dan menimbulkan sesuatu yang tidak nyaman, ya tidak kami buka," tutur dia.
Komentar
Berita Terkait
-
DPR Minta Satgas Terjun ke RS Pengguna Vaksin Palsu
-
Diberi Vaksin Ulang, Ini Keraguan Orangtua Korban Vaksin Palsu
-
Jika BIN Tak Kecolongan, Banyak Anak Tak Perlu Kena Vaksin Palsu
-
Jokowi Minta Kapolri Usut Detail Jaringan Penyebar Vaksin Palsu
-
Kasus Vaksin Palsu, Fahri Hamzah: Pengawasan Pemerintah Mampet
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi