Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Koordinator Bidang Polhukam DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai sambut kedatangan Presiden Joko Widodo di penutupan rapimnas Golkar [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Ada peristiwa langka saat Presiden Joko Widodo menghadiri penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2016) malam.
Kali ini Jokowi menggunakan mobil yang berukuran lebih besar yaitu Toyota Alphard berwarna hitam. Bersama Jokowi di dalam mobil itu tampak Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Sekjen PDIP Hasto Kristianto.
Kedatangan Ahok bersama Jokowi dan Megawati patut jadi pertanyaan, apakah hal itu tanda yang menunjukkan bahwa PDI Perjuangan mendukung Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada Februari 2017 nanti?
Terkait hal itu, Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan silahkan diterjemahkan sendiri.
"Silahkan kalian tafsirkan, anda lihat satu mobil dengan Presiden, pakai Alphard. Satu mobil isinya Presiden, Ibu Mega, Ahok, Ibu Puan, dan Hasto," kata Yorrys usai Rapimnas.
Kini sudah ada tiga partai politik yang menyatakan dukungan secara resmi untuk mengusung Ahok maju Pemilihan Gubernur DKi Jakarta, diantaranya adalah Golkar, NasDem, dan Hanura. Sedangkan PDI Perjuangan sampai sekarang belum menyatakan sikapnya.
Kendati begitu, kata Yorrys, Golkar terbuka dengan Parpol lain termasuk PDIP bila ingin bergabung untuk berkoalisi mendukung Ahok.
"Kami memberi ruang jika ada partai yang bisa gabung. Kami membuka itu," ujar dia.
Sementara itu Ahok sendiri telah resmi menyatakan akan maju dalam Pilkada 2017 nanti melalui jalur partai politik. Pilihan itu disampaikan Ahok dalam deklarasi di hadapan 'Teman Ahok', relawan yang mendukung Ahok maju melalui jalur independen dengan pengumpulan satu juta KTP.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?
-
KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya
-
Rachmat Gobel Wafat Tanpa Riwayat Penyakit, Putra: Kembali dalam Kondisi Paling Ideal
-
Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi
-
JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa
-
Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai
-
Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri
-
Siasat Sembunyikan Aset? KPK Duga Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Gunakan Nominee