Suara.com - Untuk merealisasikan gagasan Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu mengenai adanya sosialisasi koleksi seni rupa Istana Kepresidenan secara terbuka, Istana Kepresidenan untuk pertamakalinya akan memamerkan karya-karya lukis terbaik dalam Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan. Pameran akan digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, selama bulan Agustus 2016.
Secara khusus, Presiden Jokowi mengajak rakyatnya untuk datang ke Galeri Nasional dan menikmati koleksi seni bernilai tinggi.
"Ada 28 lukisan maestro, koleksi Istana yg dipamerkan di Galeri Nasional 2 s/d 30 Ags. Ayo ajak teman & keluarga -Jkw," tulis Jokowi melalui akun resmi Twitter, Minggu (31/7/2016).
Beberapa waktu yang lalu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan bahwa pameran seni rupa koleksi Istana Kepresidenan itu merupakan rangkaian acara peringatan ulang tahun kemerdekaan RI ke 71.
“Kita akan memasuki bulan Agustus, puncak acara kemerdekaan RI ke 71 nanti pada 17 Agustus, tetapi nanti selama bulan Agustus ini kita mencanangkan sebagai Bulan Kemerdekaan. Jadi mulai tanggal 1 Agustus akan mengajak seluruh komponen bangsa untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan kita ke-71,” ujar Mensesneg di Gedung Utama Kemensetneg, Jakarta, Senin (25/7/2016) siang.
Seperti diketahui banyak koleksi Istana, terutama koleksi-koleksi lama, lukisan-lukisan yang sangat hebat dari karya-karya seniman-seniman Indonesia yang dikoleksi, terutama sekali pada zaman Presiden Pertama RI Soekarno.
“Kami ingin memamerkan koleksi Istana untuk dinikmati oleh masyarakat. Ini merupakan pertama kali lukisan-lukisan Istana dibawa keluar dan dipamerkan. Ini sebagai bentuk penghargaan untuk karya-karya besar kita untuk diketahui, ditelaah, dianalisis, untuk dipelajari, dan menginspirasi bangsa kita secara keseluruhan,” kata Pratikno.
Menurut Mensesneg, pameran bertajuk “17/71: Goresan Juang Kemerdekaan” ini akan menampilkan koleksi benda-benda seni yang ada di Istana Kepresidenan Republik Indonesia. Dia menyebutkan, ada 15 ribu item koleksi benda-benda seni yang ada di Istana Kepresidenan, tetapi yang akan dipamerkan adalah 28 lukisan terpilih hasil dari dari 21 pelukis yang berasal dari Istana Kepresidenan Jakarta, yaitu Istana Negara dan Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Istana Yogyakarta.
Ke-28 lukisan tersebut karya mulai dari tahun 1930, ada juga tahu 40-an, 50-an, dan yang relatif baru adalah tahun 70-an. Karya-karya maestro seperti Affandi, Basoeki Abdullah, Diego Rivera, Gambiranom Suhardi, Hendra Gunawan, Henk Ngantung, Ida Bagus Made Nadera, Ir. Soekarno, dan lain-lain.
“Ini adalah bentuk penghargaan terhadap karya-karya bangsa dan akan menjadi acara rutin ke depan, dan harapannya ini adalah suatu awalan bahwa kita juga ingin mempunyai museum yang bisa menayangkan karya-karya yang sangat berharga ini agar bisa dinikmati oleh masyarakat,” tutur Pratikno.
Berita Terkait
-
Andi Arief: SBY Terganggu Difitnah Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
-
HUT ke-13 Jokowi Masuk Gorong-gorong, Membaca Ulang Mitos Populisme
-
Jokowi Buka Pintu Maaf Soal Tudingan Ijazah Palsu: Urusan Hukum, Ya Hukum
-
Said Didu Bongkar 5 Kedaulatan RI yang 'Dirampas' Jokowi demi Oligarki Selama Satu Dekade
-
Berapa Tarif Yakup Hasibuan? Pengacara Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Terbongkar Love Scamming Lintas Negara di Jogja, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
-
KPK Pecah Suara? Wakil Ketua Akui Ada Keraguan Tetapkan Tersangka Korupsi Kasus Haji
-
Paradoks Kebahagiaan Rakyat: Ketika Tawa Menutupi Pemiskinan yang Diciptakan Negara
-
Kemendagri Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat BPBD di Seluruh Daerah
-
Guru Besar UNM Soroti Pasal Penghinaan di Era 'Big Bang' Transformasi Hukum 2026
-
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
-
Tolak Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme, Koalisi Sipil: Berbahaya Bagi Demokrasi dan HAM
-
Survei UGM: 90,9% Masyarakat Puas Atas Penyelenggaraan dan Pelayanan Transportasi Libur Nataru
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
-
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono