Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar menegaskan dirinya belum tahu apakah dirinya sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik oleh Mabes Polri. Namun Haris membenarkan bahwa dirinya dilaporkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Yang saya tahu saya menjadi terlapor. Saya tahunya kemarin, Selasa (2/8/2016), saya dilaporkan ke polisi oleh BNN dan TNI," kata Haris saat dihubungi Suara.com dini hari, Rabu (3/8/2016).
Mengenai kepastian status dirinya apakah sudah menjadi tersangka, Haris mempersilakan untuk mengkonfirmasi langsung dengan pihak Mabes Polri. "Anda tanyakan saja ke Boy (Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, red)," ujar Haris.
Haris menegaskan dirinya pagi ini akan melakukan pertemuan dengan tim kuasa hukum KontraS untuk mengantisipasi langkah yang akan dilakukan.
Terlepas dari kasus pelaporan terhadap dirinya, Haris menyayangkan negara justru tidak pro aktif melakukan penggalian informasi yang ia kemukakan pada publik berdasarkan pengakuan almarhum Freddy Budiman. Menurutnya, negara seharusnya membentuk tim untuk melakukan investigasi untuk membongkar benar tidaknya pengakuan Freddy bahwa banyak oknum aparat negara yang terlibat dalam bisnis peredaran narkoba. "Ini kan fokusnya jadi malah bergeser, seolah-olah saya dianggap melakukan pencemaran nama baik," tutup Haris.
Sebelumnya, publik dihebohkan oleh pengakuan Haris Azhar yang mengatakan polisi menerima duit sebesar Rp 90 miliar dari bandar narkoba Freddy Budiman. Haris Azhar mendapatkan informasi tersebut dari kesaksian almarhum Freddy Budiman terkait keterlibatan oknum Badan Narkotika Nasional, Polri, dan Bea Cukai dalam peredaran narkoba. Haris mengatakan kesaksian Freddy didapat pada masa kesibukan memberikan pendidikan HAM kepada masyarakat di masa kampanye Pilpres 2014. Haris memperoleh undangan dari salah satu organisasi gereja yang aktif memberikan pendampingan rohani di Lapas Nusakambangan.
Freddy sendiri akhirnya dieksekusi mati pada jumat dini hari (29/7/2016) di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Jenazah Freddy Budiman dimakamkan di Kalianak, Surabaya, Jawa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?
-
Kasus Pelecehan di Transportasi Umum, UPT PPPA Ajak Masyarakat Berani Bertindak
-
Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
-
Bukan Sekadar Pelengkap, Sekjen KPP RI: Legislator Perempuan Kini Bagian dari Pengambil Kebijakan
-
Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
-
Istri Nadiem Makarim Sambangi DPR RI, Minta Audensi Terkait Kasus Chromebook
-
Jutaan Laporan Masuk, KAI Temukan Puluhan Kasus Pelecehan Seksual
-
Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!
-
Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata