Suara.com - Kepolisian Sektor Kota Samarinda Utara, Kalimantan Timur, menembak mati seorang pria yang diduga stres dan menyandera warga.
Kapolsekta Samarinda Utara Komisaris Polisi Erick Budi Santoso, kepada wartawan, di Samarinda, Kamis, menyatakan polisi terpaksa melumpuhkan pria diduga stres tersebut karena sudah mengancam dan membahayakan keselamatan warga.
"Tindakan tegas itu merupakan upaya terakhir karena pria itu sudah mengancam dan membahayakan jiwa warga dan polisi," tegas Erick Budi Santoso.
Aksi nekat pria diduga stres bernama Syahruni (30) itu berlangsung di Perumahan Lampake Permai, Kecamatan Samarinda Utara, pada Kamis pagi mulai sekitar pukul 10.00 Wita dan berakhir sekitar pukul 15.00 Wita.
"Pelaku menyandera seorang pemilik warung dan kami sudah berupaya membujuk namun ia terus mengamuk dan mengejar warga menggunakan dua senjata tajam jenis parang. Kami juga mencoba melibatkan keluarga untuk membujuknya, tetapi upaya tersebut tidak berhasil, sehingga terpaksa kami melumpuhkan dengan menembak kakinya menggunakan peluru karet," ujarnya.
Walaupun sudah ditembak dua kali di bagian paha menggunakan peluru karet, namun Syahruni terus mengamuk dan mengejar warga serta petugas kepolisin yang berada di lokasi.
Bahkan, pria yang sembilan tahun menjalani perawatan di rumah sakit jiwa itu kembali mencari sandera dengan mendobrak sebuah rumah yang di dalamnya terdapat sejumlah anak.
"Dua tembakan menggunakan peluru karet yang diarahkan ke pahanya, ternyata tidak membuat Syahruni tumbang. Bahkan, ia terus mengamuk dan mencoba mendrobrak pintu rumah warga lainnya untuk menyandera satu keluarga sehingga terpaksa kami lumpuhkan menggunakan peluru tajam," tuturnya.
"Tujuannya hanya melumpuhkan namun karena ia terus berontak sehingga kehabisan darah dan akhirnya meninggal dalam perjalanan saat menuju rumah sakit. Dari keterangan pihak keluarga, dia baru dua minggu keluar setelah sembilan tahun menjalani perawatan di rumah sakit jiwa," kata Erick.
Sebelum menyandera warga, pria diduga stres itu sempat menganiaya dan menyeret ibu kandungnya.
"Tindakan tegas yang kami ambil sudah sesuai prosedur karena pelaku mengancam dan membahayakan keselamatan orang lain. Bahkan, anggota kami nyaris dibacok saat mencoba menenangkannya. Tidak ada warga dan personel kepolisian yang terluka pada peristiwa itu," ujar Erick Budi Santoso. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan