Direktur Umum PT. Lion Air Edward Sirait (kiri) dan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamuraharjo [suara.com/Nikolaus Tolen]
Sejumlah pilot yang tergabung dalam Serikat Pekerja-Asosiasi Pilot Lion Group (SP-APLG) menyatakan bahwa pihak manajemen maskapai Lion Air mengkriminalisasi mereka. Para pilot ini dilaporkan dugaan pelanggaran pencemaran nama baik karena dianggap telah memprovokasi mogok terbang pada 10 Mei lalu.
"Sebanyak 14 pilot dipolisikan oleh manajemen Lion Air. Padahal pihak manajemen tidak pernah memanggil kami, dan kami tidak tahu masalahnya kok tiba-tiba dipanggil oleh Bareskrim Polri kasus pencemaran nama baik," kata Ketua SP-APLG Capten Eki Adriansjah dalam konfrensi pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Minggu (7/8/2016).
Dia mengungkapkan, sebanyak 14 orang pilot yang dipolisikan itu juga telah dipecat oleh pihak manajemen. Pemecatan itu karena para pilot itu memperjuangkan hak-hak mereka, mulai dari gaji yang tak dibayarkan dan hak libur.
"14 pilot sudah di PHK oleh manajemen. Rata-rata pilot yang dipecat dan dilaporkan ke polisi ini adalah pengurus dan pendiri Serikat Pekerja Pilot Lion Group," ujar dia.
Dari 14 pilot yang dipolisikan itu, empat pilot sudah dipanggil Bareskrim Polri. Mereka adalah Capt Hasan Basri, Capt Jimmy Calebos, Capt Yuda Rosapari dan Capt Gatot Miryadi. Menurut Aki, tindakan manajemen Lion Air yang memposisikan para pilot tersebut adalah bentuk kriminalisasi.
"Ini adalah kriminalisasi terhadap kami para pilot. " tutur dia.
Selain itu menurutnya, manajemen Lion Air tidak mengakui dan tidak menginginkan keberadaan serikat pekerja pilot Lion Air. Terkait hal itu manajemen Lion Air telah melakukan pemberangusan serikat pekerja atau Union Busting, padahal dalam UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 menyatakan bahwa perusahaan tidak boleh melakukan Union Busting. Perusahaan yang melakukan Union Busting adalah pelanggaran pidana.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden