Suara.com - Total korban tewas bom di rumah sakit wilayah Quetta, Provinsi Baluchistan, Pakistan bertambah menjadi 63 orang, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban tewas dipastikan pejabat senior rumah sakit daerah Pakistan Abdul rehman Miankhel .
Pelaku bom bunuh diri menyerang sedikitnya 100 orang-kebanyakan wartawan dan pengacara, yang hendak mengiringi jenazah advokat senior Bilal Anwar Kasi yang mati ditembak baru-baru ini.
"Banyak yang mengalami luka parah, kemungkinan jumlah korban tewas bisa bertambah," tutur Abdul Rehman seperti dikutip laman Reuters.
Sebelumnya diberitakan, serangan bom terjadi di rumah sakit Pakistan di wilayah Quetta, Pakistan, Senin (8/8/2016) waktu setempat. Akibatnya, 45 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Kebanyakan korban tewas adalah pengacara dan wartawan yang akan mengiringi jenazah Bilal Anwar Kasi, advokat ternama yang mati ditembak.
Saat ledakan terjadi, sedikitnya 50 orang-sebagian besar wartawan dan pengacara, masuk ke intalansi gawat darurat untuk menemani jenazah Bilal.
Tayangan sebuah situs televisi lokal memperlihatkan kepanikan yang terjadi pascaserangan. Asap hitam tebal memenuhi ruangan dan koridor RS.
Belum diketahui motif serangan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang klaim bertanggung jawab. Berbeda dari keterangan sebelumnya, Menteri Dalam negeri Maluchista Sarfaz Bugti mengatakan 10 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka.
Sejak beberapa bulan belakangan, kekerasan dan aksi pembunuhan marak terjadi di Quetta. Wilayah ini diketahui merupakan basis milisi Taliban Afghanistan. Serangan diduga berkaitan dengan kematian Mullah Akhtar Mansour, pemimpin Taliban yang tewas dalam serangan drone AS di wilayah perbatasan Pakistan-Iran beberapa waktu lalu. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat