News / Internasional
Senin, 08 Agustus 2016 | 19:17 WIB
Korban serangan bom di Pakistan, Minggu (8/8/2016). [REUTERS/Naseer Ahmed]

Suara.com - Total korban tewas bom di rumah sakit wilayah Quetta, Provinsi Baluchistan, Pakistan bertambah menjadi 63 orang, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban tewas dipastikan pejabat senior rumah sakit daerah Pakistan Abdul rehman Miankhel .

Pelaku bom bunuh diri menyerang sedikitnya 100 orang-kebanyakan wartawan dan pengacara, yang hendak mengiringi jenazah advokat senior Bilal Anwar Kasi yang mati ditembak baru-baru ini.

"Banyak yang mengalami luka parah, kemungkinan jumlah korban tewas bisa bertambah," tutur Abdul Rehman seperti dikutip laman Reuters.

Sebelumnya diberitakan, serangan bom terjadi di rumah sakit Pakistan di wilayah Quetta, Pakistan, Senin (8/8/2016) waktu setempat. Akibatnya, 45 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Kebanyakan korban tewas adalah pengacara dan wartawan yang akan mengiringi jenazah Bilal Anwar Kasi, advokat ternama yang mati ditembak.

Saat ledakan terjadi, sedikitnya 50 orang-sebagian besar wartawan dan pengacara, masuk ke intalansi gawat darurat untuk menemani jenazah Bilal.

Tayangan sebuah situs televisi lokal memperlihatkan kepanikan yang terjadi pascaserangan. Asap hitam tebal memenuhi ruangan dan koridor RS.

Belum diketahui motif serangan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang klaim bertanggung jawab. Berbeda dari keterangan sebelumnya, Menteri Dalam negeri Maluchista Sarfaz Bugti mengatakan 10 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka.

Sejak beberapa bulan belakangan, kekerasan dan aksi pembunuhan marak terjadi di Quetta. Wilayah ini diketahui merupakan basis milisi Taliban Afghanistan. Serangan diduga berkaitan dengan kematian Mullah Akhtar Mansour, pemimpin Taliban yang tewas dalam serangan drone AS di wilayah perbatasan Pakistan-Iran beberapa waktu lalu. (Reuters)

Load More