Ketua DPR RI Ade Komarudin, menyatakan tindakan kekerasan terhadap tenaga pengajar di Makassar, Sulawesi Selatan, oleh orangtua murid, harus diproses secara hukum.
"Itu harus diproses secara hukum," kata Ade di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2016).
Ade melanjutkan, kejadian tersebut sudah semestinya menjadi pelajaran bagi para orangtua. Sebab, setiap laporan atau apa yang dilakukan murid belum tentu benar adanya.
"Itu pelajaran bagi orang tua, tidak bijaksana. Belum tentu apa yang dilakukan anak kita benar adanya," ujar Ade.
Ade melanjutkan, untuk menghindari adanya perlakuan yang sama terhadap para guru, maka penting kiranya untuk dibuatkan suatu peraturan, paling tidak peraturan pemerintah tentang perlindungan para guru.
Selain nasib guru yang tidak terlalu diperhatikan. Ade juga menyoroti adanya perbedaan signifikan antara guru dengan murid. Ia mencontohkan, di beberapa daerah terpencil, guru berpenghasilan minim. Sedangkan di kota-kota besar, fasilitas guru berbanding terbalik dengan para siswanya.
"Apalagi di kota besar. Gurunya pake sepeda motor anak muridnya pake mobil mewah, karena orang tuanya yang kaya berlebihan memberi fasilitas," kata Ade.
Untuk diketahui, pemukulan dilakukan oleh Ahmad Adnan (38) kepada Dahrul (42). Dahrul merupakan seorang guru SMKN 2 Makassar. Ahmad murka setelah mendapat aduan dari anaknya Alif Syahdan yang mengaku ditampar oleh Dahrul. Pemukulan terjadi di lingkungan SMKN 2 Makassar, Jalan Pancasila, Makassar.
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo soal 'Londo Ireng', Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh