Suara.com - Sosok di balik Huffington Post, Arianna Huffington, mengumumkan bahwa dirinya akan mundur sebagai pemimpin redaksi situs berita yang didirikannya 11 tahun lalu tersebut.
Sebagaimana disampaikannya sendiri melalui akun Twitter, Ariana (66) akan meninggalkan situs yang kini dimiliki AOL itu, untuk fokus pada usaha barunya yakni Thrive Global.
"Saya kira HuffPost akan menjadi kegiatan terakhirku. Tapi (kini) saya memutuskan untuk mundur sebagai Pemimpin Redaksi HuffPost untuk menjalankan usaha baruku, Thrive Global," tulisnya.
Thrive Global sendiri digambarkan sebagai sebuah proyek yang dirancang untuk mengatasi kelelahan (kejenuhan) di tempat kerja. Dalam sebuah rilis beberapa waktu lalu, Ariana menyebut bahwa ini adalah "sebuah platform terkait kenyamanan dan produktivitas konsumen dan (kalangan) korporat".
HuffPost yang kini memiliki tak kurang dari 9 situs internasional, tercatat mempunyai tak kurang dari 81 juta unique visitor per bulan. Edisi Inggris Raya-nya baru saja diluncurkan pada tahun 2011 lalu.
Menurut pimpinan AOL, Tim Armstrong, berkat usaha Ariana-lah Huffington Post kini telah menjadi salah satu sumber berita kenamaan yang punya visi dan pondasi kuat.
Resmi diluncurkan pada 9 Mei 2005, HuffPost tampil dengan fokus pada artikel-artikel berita berpaham liberal. Situs ini awalnya dirancang sebgai alternatif atas keberadaan agregator konservatif macam The Drudge Report.
Ariana saat itu meluncurkan situs tersebut bersama rekannya, salah seorang pebisnis Amerika Serikat (AS), Kenneth Lerer, dibantu beberapa pemodal lain. Selain menampilkan berita, situs ini menawarkan blog, juga tulisan feature, yang mencakup mulai dari politik, gaya hidup, hingga hiburan.
"Perjalanan selama 11 tahun terakhir telah melampaui harapan dan perkiraanku," ungkap Ariana pula.
"Ketika saya memutuskan membuat Thrive Global, saya pikir (saat itu) memungkinkan untuk membangun sebuah start-up sembari terus menjadi pemimpin redaksi di Huffington Post. Hari ini, jelas bahwa itu hanyalah ilusi," tambahnya.
"Seiring berkembangnya Thrive Global dari sebuah ide menjadi kenyatan, lengkap dengan para pemodal, staf, dan kantor-kantornya, maka jelas bagiku bahwa saya tidak akan bisa adil pada kedua perusahaan. Perubahahan dibutuhkan segera jika generasi berikutnya perlu menghindari kelelahan yang kerap muncul dalam (kisah) sukses di zaman ini," sambungnya.
Terlahir dengan nama Arianna Stassinopoulos di Athena, Yunani, pada tahun 1950 lalu, Ariana hijrah ke AS untuk belajar ekonomi di Cambridge University. Setelah memutuskan tinggal di AS, tahun 1986 dia menikah dengan pengusaha minyak Texas, Michael Huffington, yang lantas sukses diantarkannya menjadi anggota dewan AS pada 1992 dari Partai Republik.
Ariana sendiri kemudian berkembang menjadi sosok yang cukup dikenal, terutama sebagai salah satu figur Partai Republik AS, bahkan termasuk salah satu pendukung utama Newt Gingrich (Ketua DPR saat itu). Namun di tahun 1996, Ariana meninggalkan partai tersebut, yang diikuti dengan bercerai dari Michael di tahun beritutnya, seiring beralihnya dia ke garis politik berbeda.
Huffington Post sendiri dibeli oleh AOL pada 2011 lalu senilai US$315 juta (sekitar Rp4,1 triliun). Manajemen AOL lantas menjadikan Ariana sebagai Presiden sekaligus pemimpin redaksi di jaringan situs berita itu. [BBC]
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus