Suara.com - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Tulungagung, Jawa Timur, menyelidiki insiden kaburnya tiga warga binaan (satu narapidana dan dua tahanan titipan) setempat dengan cara menjebol plafon ruang G sel isolasi warga binaan bermasalah, Sabtu dini hari.
"Kami masih selidiki kasus ini bekerja sama dengan aparat hukum terkait, dalam hal ini kepolisian," kata Kepala LP Tulungagung Wahyu Prasetya.
Ia menyebutkan tiga dari empat tahanan dan narapidana yang berada di salah satu ruang isolasi kabur saat turun hujan deras antara pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB.
"Petugas sempat memeriksa seluruh ruang warga binaan termasuk di ruang isolasi pada pukul 01.30 WIB dan semua masih lengkap (ada)," kata Wahyu saat dikonfirmasi wartawan.
Hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara yang dilakukan tim identifikasi Satreskrim Polres Tulungagung bersama petugas LP Klas IIB Tulungagung, ketiga tahanan kabur dengan memanfaatkan kondisi atap plafon ruang sel isolasi yang rendah dan rapuh.
Wahyu menduga ketiga warga binaan itu menjebol plafon dengan terlebih dulu memanjat pintu besi ruang isolasi lalu keluar melalui atap genting yang kondisi rangka kayunya sudah rapuh.
"Situasi gelap dan turun hujan deras sehingga pergerakan ketiga tahanan tidak terlihat sipir yang berjaga di menara pantau sisi utara, meski jaraknya tidak terlalu jauh," ujarnya.
Hingga pukul 12.00 WIB, jejak dan jalur pelarian dari atap ruang isolasi para tahanan kabur masih terlihat.
Menurut Wahyu, pihak LP sengaja membiarkan kondisi atap yang rusak dan genting dalam posisi terbuka karena masih dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan dan olah TKP.
"Sementara dibiarkan dulu seperti itu sampai penyelidikan selesai," katanya.
Wahyu mengatakan, posisi tiga tahanan kabur baru diketahui sekitar pukul 04.00 WIB menjelang shalat subuh oleh salah satu sipir saat dilakukan pemeriksaan pada pagi hari.
Peristiwa itu lalu dilaporkan oleh petugas ke Kepala LP Wahyu Prasetya dan selanjutnya ke Polres Tulungagung.
"Saat itu juga kami bersama petugas dari kepolisian melakukan pemeriksaan dan olah TKP untuk mengidentifikasi kronologi kejadian serta mengkoordinasikan langkah upaya penangkapan kembali," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakapolres Tulungagung Komisaris I Gde Dewa Juliana mengatakan telah membentuk dua tim untuk mengejar ketiga tahanan kabur tersebut.
"Kami sudah instruksikan ke jajaran satreskrim dan menugaskan dua tim buru sergap untuk melakukan pengejaran," katanya dikonfirmasi melalui telepon.
Tiga tahanan/narapidana kabur tersebut masing-masing bernama Syaifulloh Nursadewa (33/napi), Hario Mintonugroho (27/tahanan titipan kejaksaan), dan Edi Korniawan (21/tahanan titipan kejaksaan).
Menurut Wakapolres, ketiganya merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan yang telah beberapa kali masuk penjara dalam kasus serupa. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak
-
Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau
-
Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50
-
Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif
-
BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan
-
BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan
-
BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda
-
BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset