Suara.com - Beberapa hari terakhir, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak dapat menyembunyikan emosi setelah muncul isu SARA untuk menyerangnya di tengah persiapan maju ke pilkada Jakarta periode 2017-2022.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Indonesia Jakarta Ramdan Alamsyah mempertanyakan kembali siapa yang sesungguhnya mengangkat isu SARA selama ini di Jakarta.
"Siapa sebenarnya yang ngisuin? Yang rasis itu kalau gubernur larang orang takbiran keliling, gubernur nggak ngebolehin warga potong kambing buat Lebaran secara sembarangan. Emang kenapa potong kambing? Itu ibadah kok," kata Ramdan yang juga menjadi pengacara musisi Ahmad Dhani kepada Suara.com, Minggu (14/8/2016).
Menurut Ramdan umat Islam berhak untuk menyampaikan ayat-ayat terkait pemimpin muslim dan hal itu tidak rasis.
"Muslim punya hak untuk bersuara, ulama berhak sampaikan ayat Quran. Kalau ada yang melarang ceramah untuk sampaikan ayat Quran tentang kepemimpinan, itu justru yang SARA, rasis," katanya.
Tetapi pada prinsipnya Ramdan setuju bahwa isu SARA tidak boleh diangkat untuk kepentingan menjatuhkan lawan politik.
Berita Terkait
-
Ahok Buka Suara Soal Kericuhan di Belitung Timur: Harga Beli Timah Harus Sesuai Pasar
-
Ahmad Dhani Punya Satu Harapan dari Pidato Prabowo: Tegakkan Pasal 33 UUD 1945
-
Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Maia Estianty Singgung Ketenaran Gara-Gara Bikin Sensasi, Warganet Ramai Bawa Nama Mulan Jameela
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini
-
Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer
-
9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan
-
Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan
-
Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang
-
Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng
-
Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta
-
Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?