Suara.com - Delapan orang mengalami luka serius dalam kecelakaan kereta cepat yang terjadi di kawasan Prancis bagian selatan, Rabu (17/8/2016). Kereta cepat tersebut menabrak sebuah batang pohon yang tumbang ke atas rel, demikian disampaikan anggota SAR seperti dikutip AFP.
Tabrakan tersebut membuat penumpang panik. Menurut seorang saksi mata, beberapa bahkan mengira kereta mereka diserang teroris.
Kereta dengan rute Nimes-Montpellier tersebut membawa 219 penumpang. Kereta menabrak pohon tumbang saat melaju dengan kecepatan 140 kilometer per jam, demikian dikatakan pihak pengelola kereta, SNCF. Pohon tersebut diduga tumbang akibat dihantam badai es.
Kecelakaan terjadi di dekat Lunel, kota yang berjarak sekitar 28 kilometer sebelah barat daya Nimes.
Seorang korban mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu, sebanyak 50 penumpang lainnya mengalami luka ringan atau syok.
"Kami ada di dalam kereta saat hujan es sebesar bola ping pong mulai berjatuhan, lalu kami mendengar sesuatu yang seperti ledakan," kata Justine, seorang penumpang asal Luxemburg.
"Kereta berguncang selama beberapa detik dan lalu saya melihat beberapa orang yang berdarah kepalanya," lanjutnya.
Seorang penumpang lain menggambarkan kepanikan yang terjadi. Pasalnya, ada beberapa orang yang khawatir kereta sedang diserang teroris.
"Ada kepanikan, beberapa awalnya mengira ada serangan di kereta," kata seorang penumpang bernama Virginie.
SNCF mengatakan, ada sekitar 80 anggota tim SAR yang dibantu helikopter, dikerahkan ke lokasi yang memiliki medan terbilang sulit.
Pohon yang roboh merupakan jenis pinus. Beruntung, kereta tersebut tidak anjlok dari rel. (AFP)
Tag
Berita Terkait
-
Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh
-
Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat
-
KAI Modernisasi Kereta Makan, 17 Unit M1 Hasil Modifikasi Telah Beroperasi
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!
-
Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang
-
Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?